Nyamar Jadi Warga, Kapolsek Matraman Korban Jambret Relakan Iphonenya Digondol
Tedjo membiarkan Wawan kabur untuk mengetahui ke mana Wawan menjual rampasannya
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Awalnya, Wawan menjual handphone Tedjo ke Entis Saputra seharga Rp 3, 2 juta.
Entis menjual lagi ke penadah lain di kawasan Lokasari Mangga Besar.
"Jadi handphone saya sudah tiga kali berpindah tangan, yang terakhir dijual seharga Rp 4, 5 juta," cerita Tedjo.
Penadah kedua atas nama Deni Dimyati dan Toni.
"Kita amankan di Lokasari," tuturnya.
Terpaksa Ditembak
Saat dipamerkan di depan wartawan, Wawan meringis kesakitan karena kedua kakinya ditembak personel Unit Reskrim Polsek Matraman.
Wawan tercatat sebagai warga Kelurahan Manggarai, Jakarta Timur.
Ia ditembak karena melawan petugas saat diminta menunujukkan lokasi penadah tempatnya menjual handphone rampasan.
"Tersangka melawan petugas sehingga kita berikan tindakan tegas," kata Tedjo.
Meski Wawan tetap bungkam, personel Unit Reskrim Polsek Matraman tetap berhasil meringkus tiga penadah.
Mereka adalah Entis Saputra, Deni Dimyati, dan Toni.
"Memang saat kejadian saya sedang menyamar," ucap Tedjo.
"Di handphone saya sudah terpasang GPS yang aktif sehingga menunjukkan lokasi handphone," sambung dia.
Tedjo memilih menyamar setelah banyak menerima laporan warga yang jadi korban jambret di sepanjang Jalan Matraman Raya.