Virus Corona di Indonesia
Kepala BNPB Ungkap Covid-19 90 Persen Masuk Melalui 3 Bagian Tubuh, Ini Penjelasannya
Kepala Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo membeberkan bagian tubuh yang rentan menjadi pintu masuk bagi virus corona ke dalam tubuh.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo membeberkan bagian tubuh yang rentan menjadi pintu masuk bagi virus corona ke dalam tubuh.
Hal itu disampaikan Doni dalam tayangan YouTube tvOneNews yang diunggah (26/3/2020).
Mulanya Doni menekankan kepada masyarakat untuk disiplin dalam melakukan social distancing atau physical distancing.
Ia mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan.
"Bapak presiden selaku kepala negara telah menegaskan social distancing, yang diterimakan juga menjadi physical distancing, jaga jarak, jagan berdekatan, hindari kerumunan," ujar Doni.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk semaksimal mungkin tetap berada di rumah.
"Dan juga semaksimal mungkin harus tetap berada di rumah," katanya.
• Fakta Baru Oknum Pegawai RS Curi 360 Boks Masker, Dijual ke Bogor hingga Uang Dipakai Beli Motor
Doni menyampaikan perlu adanya kesadaran pada masyarakat dalam menerapkan social distancing dalam lingkungannya.
"Tetapi itu saja tidak cukup, harus ada sebuah kesadaran kolektif, untuk meningkatkan disiplin. Baik disiplin pribadi maupun lingkungan," kata Doni.
Tak hanya disiplin dalam melakukan social distancing di lingkungan, Doni juga mengatakan kita juga harus disiplin terhadap menjaga kebersihan diri.
Ia mengibau masyarakat agar tidak sering-sering menyentuh wajah.
Terutama bagian hidung, mata, dan mulut.
"Antara lain, jangan menyentuh wajah terutama bagian hidung, mulut dan mata," ujarnya.
Pasalnya, Doni mengatakan, 90 persen penularan virus Covid-19 masuk melalui 3 bagian pada wajah tersebut.
Hal tersebut dikarenakan, tangan kita yang tanpa disadari telah menyentuh benda-benda yang ternyata terdapat virus tersebut, kemudian menyentuh bagian wajah tanpa memebersihkan tangan terlebih dahulu.
• CATAT! Ini Puluhan Warteg yang Gratiskan Makan Selama Masa Tanggap Darurat Corona
"Kenapa dilarang keras menyentuh tiga bagian yang sangat sensitif itu?"
"Karena dari sejumlah peneliti mengatakan, 90% masyarakat yang terpapar diakibatkan karena tangannya yang sudah menyentuh benda-benda di beberapa tempat yang tidak disadari, sudah ada virus tersebut," bebernya.
Doni pun mengatakan, mata, hidung, dan mulut menjadi bagian tubuh paling rentan sebagai pintu masuknya virus corona.
"Lantas virus itu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut," ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan hidup bersih, dan memastikan tangan dalam kondisi bersih.
"Oleh karenanya, setiap saat harus memastikan tangan selalu dalam keadaan bersih," ujarnya.
Doni menegaskan, agar masyarakat tidak menganggap enteng virus corona yang tengah mewabah ini.
"Jangan anggap enteng lagi virus corona ini," ujarnya.
• Ingin Social Distancing Meski Rumah Sempit? Dokter Sarankan 3 Langkah Ini
Sebab, kata Doni, virus corona merupakan satu di antara virus paling berbahaya di dunia.
"Bahwa virus ini adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia," jata Doni.
Resiko paparan virus corona pun akan semakin meningkat, apabila menjangkit lansia atau orang yang telah memiliki penyakit penyerta.
"Terutama kepada masyarakat yang usia lanjut, dan juga mereka yang punya penyakit penyerta atau penyakit bawaan," ujarnya.
SIMAK VIDEONYA:
Ahli Virus Sarankan Konsumsi 2 vitamin Ini untuk Tingkatkan Imunitas
Ahli virus atau disebut juga virologist, dr Mohammad indro Cahyono menyarankan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.
Menurutnya hal itu merupakan satu di antara upaya untuk menangkal virus corona atau Covid-19 yang kini tengah mewabah.
"Sementara yang di dalam tubuh, akan bisa dihandle dengan antibodi,"
"Di hari ke-7 (setelah terinfeksi) antibodi akan keluar untuk melawan apa pun yang masuk ke dalam tubuh kita," ungkapnya.
• Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Jumat, Imam Besar Nasaruddin Umar: Ini Sangat Memprihatinkan
Menurutnya, antibodi di dalam tubuh manusia akan terus meningkat produksinya sejak hari ke-7 hingga hari ke-14 sejak tubuh terinfeksi.
"Dan produksi (antibodi) akan terus meningkat sampai hari ke-14," ujarnya.
Selama masa tersebut, kita bisa membantu meningkatkan produksi antibodi dengan mengonsumsi vitamin.
Vitamin yang dikonsumsi untuk meningkatkan produksi antibodi pun tidak banyak.
dr Indro mengatakan cukup 2 jenis vitamin yang dikonsumsi, yakni vitamin E dan vitamin C.
Menurutnya dua vitamin itu sudah cukup untu meningkatkan produksi antibodi untuk memerangi virus corona yang masuk ke dalam tubuh.
"Dan jika kita memberikan vitamin E dan vitamin C satu butir sehari, maka antibodi kita kan naik 2 sampai 3 kali lipat dari produksi antibodi yang biasanya," ujarnya.
Ia mengatakan, semakin banyak tubuh kita memproduksi antibodi, maka semakin cepat virus tersebut dilumpuhkan.
• Mobilnya Disebut Tak Keren Oleh Raffi Ahmad, Andre Taulany Kesal hingga Lakukan Ini: Songong!
"Sehingga semakin banyak antibodi, semakin cepat diproduksi, maka virus akan semakin cepat disingkirkan dari dalam tubuh kita," terang dr Indro.
Dikatakan dr Indro, hal itu juga terjadi pada pasien nomo 1,2, dan 3 yang kini telah dinyatakan sembuh oleh Kemenkes.
"Itu yang terjadi pada pasien nomor 1, 2, dan 3, dan mungkin sekarang sedang terjadi proses kesembuhan untuk jutaan manusia yang ada di Indonesia," ungkapnya.
• Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Jumat, Nasaruddin Umar: Wabah Corona Sangat Memprihatinkan
dr Indro menambahkan, fungsi vitamin E yang dikonsumsi itu untuk membantu tubuh mempercepat sel-sel yang sifatnya harus selalu diperbaharui termasuk sel antibodi yang berguna untuk melawan virus.
"Jadi vitamin E itu fungsinya akan mempercepat produksi sel-sel meristematik (sel muda), sel-sel yang sifatnya harus selalu diperbaharui, misalnya kulit, dan itu juga berfungsi untuk memproduksi sel antibodi," terangnya.