Antisipasi Virus Corona di DKI
Penumpang MRT Jakarta Menurun 90 Persen Imbas Corona
Imbauan bekerja di rumah efektif menurunkan jumlah penumpang MRT Jakarta selama satu pekan
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sembilan puluh (90) persen penumpang MRT Jakarta menurun.
Data ini tercatat semenjak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Surat Edaran No. 14/SE/2020, tentang imbauan bekerja di rumah.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan imbauan ini efektif menurunkan jumlah penumpang MRT Jakarta selama satu pekan imbas Covid-19.
"Dilihat dari data sepekan ini, penurunan jumlah penumpang mencapai 90 persen,” kata William, dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan, Sabtu (28/3/2020).
Dia menjelaskan, jumlah penumpang MRT Jakarta sejak Senin (23/3/2020) sampai Kamis (26/3/2020), secara berturut-turut 13 ribu, 10 ribu, 2 ribu (hari libur), dan terakhir di angka 9 ribu penumpang dalam satu hari.
Selain itu, MRT Jakarta memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19, di lingkungan MRT Jakarta.
“Kami akan terus memantau dan melakukan evaluasi kebijakan terkait operasional MRT Jakarta selama masa tanggap darurat bencana pandemi ini,” jelasnya.
Karenanya, William mengimbau masyarakat untuk bersama cegah penyebaran Covid-19.
• Bacaan Lengkap Sholawat Nabi Muhammad SAW Pakai Bahasa Arab & Artinya, Ini Sederet Keutamaannya
• Lima Kelurahan di Tangsel ini Nihil Kasus Covid-19
• Berstatus ODP, 300 Jamaah Masjid di Tamansari Diisolasi di Masjid
Caranya, tidak beraktivitas di luar rumah jika tak ada kebutuhan yang mendesak.
"Terus jaga kesehatan dan kebersihan diri, selalu terapkan jarak sosial (social distancing) dengan menjaga jarak satu meter dengan orang lain," pungkasnya.