Antisipasi Virus Corona di DKI

Rapid Test Covid-19 Negatif, Warga Jakarta Timur Tetap Harus Isolasi Mandiri

Tenaga medis dan warga Jakarta Timur yang hasil rapid test Covid-19 negatif diharuskan menjalani isolasi mandiri.

Dokumentasi Puskesmas Kecamatan Kramat Jati
Tenaga medis saat menjalani rapid test di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Tenaga medis dan warga Jakarta Timur yang hasil rapid test Covid-19 negatif diharuskan menjalani isolasi mandiri.

Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan dari isolasi mandiri selama 14 hari tersebut bakal ditentukan tindakan medis selanjutnya.

"Bila saat isolasi mandiri menunjukkan perburukan gejala langsung dirujuk ke RS. Untuk yang tidak ada perburukan gejala dilakukan rapid test ulang," kata Indra saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (29/3/2020).

Orang yang hasil rapid test-nya negatif dan tak menunujukkan gejala saat karantina tetap harus rapid test guna memastikan kondisi.

Pasalnya hasil pemeriksaan rapid test tak sepenuhnya akurat sehingga perlu dilakukan dua kali agar benar-benar dipastikan negatif.

"Rapid test diulang satu kali di antara hari ke 7-10 setelah tes pertama dilakukan. Bila hasilnya negatif lagi baru dinyatakan tidak infeksi," ujarnya.

Namun bila dari hasil rapid test kedua seseorang dinyatakan positif Indra menuturkan seseorang diharuskan menjalani swab.

Sementara bagi yang hasil rapid test-nya positif Covid-19 diminta menjalani pemeriksaan swab lewat uji laboratorium.

"Sampel swab dikirim ke laboratorium, saat ini sudah ada beberapa laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction)," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved