Virus Corona di Indonesia

Perbedaan Masker Kain, Bedah & N95 Dibongkar Gugus Tugas Covid-19, Yuk Dipakai Saat Keluar Rumah

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masker merupakan perlindungan utama mencegah penularan virus

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Kurniawati Hasjanah
SHUTTERSTOCK/MARIDAV
Ilustrasi masker 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penggunaan masker demi menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19 awalnya dikhususkan untuk petugas medis dan orang sakit.

Hal ini menyikapi kelangkaan hingga tingginya harga masker di pasaran.

Namun, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,  Achmad Yurianto mengatakan seluruh masyarakat harus menggunakan masker ketika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.

Seruan ini, sebagaimana menurut rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan #MaskerUntukSemua. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar," kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Dalam hal ini masyarakat disarankan lebih bijak dan menggunakan masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali.

Sebab masker bedah dan N-95 yang sekali pakai dan ditujukan untuk petugas medis.

"Gunakan masker kain karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit, ketika kita di luar rumah," papar Yuri.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Istimewa)

Lebih lanjut, masker dari kain dapat dicuci menggunakan air sabun agar tetap bersih dan efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Untuk penggunaan tidak lebih dari empat jam.

"Masker kain bisa dicuci. Masker kain digunakan tidak lebih dari empat jam. Rendam masker kain yang telah dipakai di air sabun, lalu dicuci," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Yuri juga tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan jaga jarak sosial (physical social distancing), dan menjaga kebersihan tubuh.

"Kami yakin bahwa kita bisa mengendalikan, memberantas penyakit ini, dan bersama-sama menyelesaikan permasalahan Covid-19," kata Yuri.

"Kami meminta, mulai hari ini gunakan masker untuk semua. Saling mengingatkan kalau ada yang tidak pakai masker, menunda kepentingan di luar rumah, rencana kepergian, dan berkomunikasi sosial menggunakan jaringan telekomunikasi yang kita miliki," kata Yuri.

Perbedaan jenis masker

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masker merupakan perlindungan utama dalam mencegah penularan virus corona.

Pasalnya, virus menyebar melalui droplet atau percikan air ludah dari orang yang sakit ke orang sehat.

Penggunaan masker dapat menangkal perpindahan droplet tersebut.

Wiku menjelaskan, ada tiga jenis masker yang dapat digunakan untuk mencegah penularan Covid-19.

Di antaranya yaitu masker berbahan dasar kain.

"Masker kain lapis tiga yang bisa digunakan masyarakat ketika kita berada di tempat umum atau keramaian. Tiga lapisan dalam masker akan meningkatkan efektivitas masker dalam menangkal virus," kata Wiku saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020).

Wiku mengatakan, masyarakat dapat membuat masker berbahan dasar kain secara mandiri.

Pembuatannya bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin jahit.

Dalam membuat masker ini, yang paling penting adalah memastikan masker menutupi hidung dan dagu sehingga tidak longgar.

Wiku juga menyarankan supaya masyarakat secara rutin mencuci masker kain merrka. Masker harus diganti setiap kali basah atau kotor.

"Jadi kita mungkin bisa miliki beberapa masker kain," ujarnya.

Selain masker kain, ada pula masker bedah dan masker N95.

Masker bedah digunakan untuk tenaga medis atau masyarakat yang sedang sakit, sedangkan masker N95 diperuntukkan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 dengan tingkat infeksi tinggi.

Wiku mengatakan, di samping masker, yang juga dapat menjadi pelindung utama penularan Covid-19 adalah rutin mencuci tangan.

Droplet orang yang terinfeksi virus bukan tidak mungkin tertinggal pada benda mati, dan secara tidak sengaja tersentuh oleh orang sehat. Jika tak mencuci tangan, droplet tersebut sangat mudah berpindah ke tangan, mulut, atau mata.

"Kita harus memiliki solidaritas untuk saling mengingatkan, pakai masker dan cuci tangan," kata Wiku.

Jangan gunakan masker medis

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengeluarkan instruksi Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Penggunaan Masker Untuk Mencegah Penularan Corona Virus Disease (Covid-19).

Anies Baswedan meminta warga Jakarta untuk senantiasa menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

Masker yang diinstruksikan oleh Anies agar digunakan masyarakat yakni masker kain minimal dua lapis.

Anies juga meminta kepada warga untuk tidak menggunakan masker medis.

Sebab, masker itu diprioritaskan untuk tenaga medis yang tengah berjuang menangani pasien Covid-19.

Gubernur Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020).
Gubernur Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Oleh sebab itu, seruan Anies Baswedan memerlukan kerja sama antar warga untuk mengurangi potensi penularan virus corona

"Peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta memerlukan langkah bersama dari tiap warga."

"Untuk mengurangi potensi penularan antar orang," tulis Anies dalam seruannya yang diterima TribunJakarta.com, Sabtu (4/4/2020).

Anies pun menyampaikan, penggunaan masker kain agar tetap bersih saat keluar rumah.

Ia menambakan, masker kain yang sudah digunakan untuk selalu dicuci.

"Selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali."

"Menggunakan jenis masker kain minimal dua lapis yang dapat dicuci," tutur Anies.

Lebih lanjut, Anies juga meminta kepada pengurus wilayah untuk mengingatkan warganya agar memakai masker ketika di luar rumah.

Bagi pengurus wilayah baik Ketua RT, RW, kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga).

Sementara itu, Anies Baswedan dengan tegas melarang masyarakat untuk menggunakan atau membeli masker medis.

Sebab, saat ini mulai terjadi keterbatasan persediaan masker medis untuk tenaga kesehatan.

"Tidak membeli dan/atau menggunakan masker medis."

"Serta menyadari bahwa masker medis diprioritaskan untuk tenaga kesehatan," tulis Anies, dikutip dari TribunJakarta.com, Sabtu (4/4/2020).

Anies mengatakan, bagi masyarakat yang ingin membantu sesama, bisa dilakukan dengan memproduksi masker jenis kain.

"Bagi yang ingin membantu sesama warga, maka bantulah dengan mengadakan, memproduksi dan membagikan masker kain," tuturnya.

Kendati demikian, Anies tetap mengimbau warganya untuk tetap menerapkan physical distancing.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar tetap berada di rumah.

"Tetap mengutamakan berada di rumah, menjaga jarak aman."

"Sering mencuci tangan dengan sabun dan melaksanakan etika batuk dan bersin," kata Anies.

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani) (Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi/Dionisius Arya Bima Suci)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan Gugus Tugas Covid-19 soal Tiga Jenis Masker dan Penggunaannya"

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved