Preman Bakar Transgender di Cilincing
5 Fakta Transgender di Cilincing Tewas Dibakar, Teman Korban Sempat Cegah Pelaku Tapi Tak Digubris
Nasib nahas dialami seorang transgender perempuan (Transpuan) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Aksi pembakaran terhadap Mira, seorang transgender perempuan di Cilincing, sempat coba dihentikan oleh teman korban.
Teman korban, ON (52), sempat berupaya meneriaki orang-orang yang hendak membakar Mira.
ON mencoba mengingatkan kepada dua bajing loncat (bajilo) yang hendak membakar Mira bahwa korban walau bagaimanapun juga manusia.
Namun, teriakan ON tak digubris dua bajilo tersebut.
"Gua bilang, heh jangan disiram bensin dong, dia ini orang, bukannya apa. Jangan main bakar-bakar aja. Apa yang saya omongin itu nggak direspon, nggak digubris," kata ON
Bahkan, sebelum Mira dibakar, ON yang melihat korban dipukuli juga sempat memberhentikan aksi para pelaku.

Tindakan itu ON lakukan karena tak tega melihat Mira babak belur di sekujur tubuh dan wajahnya.
Apalagi, Mira juga sempat meminta tolong ketika dipukuli.
"Nggak ada saya dia udah minta tolong. Saya lihat mukanya udah babak belur. Udah dong, jangan digebuk gitu, korban udah berdarah. Bawa aja sih ke polisi. Biar polisi yang proses," ucap ON.
Namun, tak ada satupun yang mengindahkan saran ON.
Akhirnya, Mira meninggal dunia ketika sudah dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka lebam dan luka bakar di tubuhnya.
• Cara Mudah Membuat Masker Kain di Rumah untuk Cegah Virus Corona, Simak Tutorialnya
Dibakar di Garasi Truk Trailer
ON (52) melihat tubuh temannya itu dibakar hidup-hidup di garasi truk trailer di bilangan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
"Posisi pembakaran itu di garasi kontainer daerah Kalibaru," ungkap ON
Mira dibakar karena dituduh mencuri ponsel dan dompet milik sopir truk yang biasa beroperasi di garasi tersebut.
Menurut ON, Mira dibakar pada Sabtu (4/4/2020) malam.
Berawal ketika Mira dijemput paksa sekelompok preman yang juga bajing loncat dan biasa berkumpul di garasi truk trailer itu.
"Mira ini dijemput. Yang jemput itu ada berapa orang saya enggak tahu," ucap ON.
(TribunJakarta/Gerald/Muji)