Sisi Lain Metropolitan
Bulan Cantik Sirna Dimakan Corona, Kisah Pahit Pedagang Bunga Pasar Rawa Belong
Menjelang Ramadan dipercaya sebagai bulan cantik tapi sirna dimakan corona yang mewabah. Begitu anggapan pedagang bunga Pasar Rawa Belong.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Y Gustaman
"Biasanya udah balik bawa uang Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu," ucap Ali.
"Kalau enggak corona begini, pasti udah dapat."
"Tapi boro-boro, udah tiga minggu begini aja, pembeli kagak ada," Ali melanjutkan keluhannya.
Pria asli Betawi yang sudah 25 tahun berjualan di Pasar Rawa Belong ini mengatakan galibnya, sejak subuh suasana pasar sudah ramai.
Namun, kini suasana itu terbalik 180 derajat.
"Subuh yang datang paling hanya satu dua orang pembeli aja," ujarnya.

• Terungkap Ruangan Para Pekerja Raffi Ahmad, Denny Cagur Tercengang Lihat Fasilitasnya: Wih Gila!
Bukan Untung Malah Buntung
Bagi para pedagang bunga Pasar Rawa Belong, menjelang Ramadan jadi momentum mereka panen rezeki.
Banyak orang dari tim dekorasi pernikahan untuk resepsi di gedung yang memesan bunga jelang penutupan sebelum bulan suci Ramadan.
Selain itu, ada banyak juga pengunjung yang membeli untuk berziarah ke makam.
Totom (60) sudah 30 tahun berjualan di Pasar Bunga Rawa Belong.
Sejatinya bulan ini ia banyak menerima pesanan dari langganan.
"Menjelang bulan Ramadan itu puncaknya orang beli ke sini," ucap Totom.
"Tapi sekarang keadaannya lagi begini," ungkap dia.
Arief mengatakan pendapat senada.