Breaking News:

Satpam Tampar Perawat Karena Diingatkan Tidak Pakai Masker: Korban Trauma, Polisi Bertindak

B menampar HM karena tidak terima diperingkatkan tidak mengenakan masker. B tidak terima teguran tersebut.

Ilustrasi pemukulan dan kekerasan fisik (net) 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG- Seorang perawat berinisial HM di Klinik Pramata Dwi Puspita, Semarang, Jawa Tengah ditampar seorang pria berinisial B.

B menampar HM karena tidak terima diperingkatkan tidak mengenakan masker. B tidak terima teguran tersebut.

HM kemudian melaporkan pemukulan tersebut ke polisi. Kasus tersebut kini ditangani polisi. Simak selengkapnya:

1. Tidak terima karena ditegur soal masker

Seorang pria berinisial B, menampar seorang perawat berinisial HM di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2020) pukul 09.00 WIB.

Plt Kapolsek Semarang Timur Iptu Budi Antoro mengatakan, peristiwa itu bermula saat pelaku yang merupakan satpam di salah satu sekolah berobat ke Klinik Pratama Dwi Puspita, Kemijen, Semarang.

Satpam itu tak mengenakan masker. HM pun mengingatkan agar satpam itu menggunakan masker saat berobat.

Tapi, B tak terima dengan usulan itu. Ia pun memukul HM.

"Karena tidak terima kemudian terlapor B melakukan pemukulan. Setelah kejadian kemudian korban melapor di Polsek Semarang timur," jelas Iptu Budi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Perawat itu pun mengalami trauma akibat tindakan B. Kepala HM juga masih pusing usai pemukulan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Erik Sinaga 2
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved