Antisipasi Virus Corona di Depok
Ketika Dermawan Jadi Harapan Driver Ojol Agar Uang Tarikan Tetap Utuh untuk Keluarga
Pengemudi ojek online menyambung hidup dengan menggantungkan harapan kepada dermawan.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pengemudi ojek online menyambung hidup dengan menggantungkan harapan kepada dermawan.
Mereka sangat terdampak ketika pemerintah memberlakukan social distancing guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.
Meski pemerintah telah memberikan sejumlah kebijakan untuk meringankan beban mereka yang terdampak, para ojek online merasa masih belum cukup.
Hendri, salah satu driver ojol yang merasa beban hidupnya begitu berat saat ini
"Memang ada kebijakan angsuran motor ditunda setahun, tapi enggak semua pihak leasing mau bang," ungkap Hendri di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Senin (13/4/2020).
"Jadi, mau enggak mau kita harus tetap narik juga," sambung Hendri.
• Vonis Kasus Bau Ikan Asin: Galih Paling Lama, Rey dan Pablo Paling Rendah, Ini Pertimbangan Hakim
Hendri mengatakan, uluran tangan para dermawan kini menjadi harapan dirinya dan rekan-rekan seprofesinya untuk menyambung hidup.
Seperti tadi siang, Hendri dan teman-temannya rela mengantre mendapatkan nasi kotak pemberian dermawan di Jalan Raya Margonda.
"Kalau ada yang kaya gini saya mah syukur banget," ucap dia.
"Jadi kalau dapat tarikan uangnya bisa anak istri, enggak kepotong uang makan sendiri."
"Paling keluar uang buat bensin doang," katanya.
Terkait pelaksanaan PSBB yang mengatur bahwa setiap ojek daring dilarang membawa penumpang, Hendri mengakui sulit terlaksana.
Jika dilarang membawa penumpang, driver ojol tak ada pemasukan.
• Abaikan Ritual Ini Perampok Kelompok Wetonan Asal Demak Tertangkap, 3 Tewas Usai Kalah Adu Tembak
Kalau memang tetap bisa membawa penumpang, driver ojol memiliki risiko besar tertular Covid-19.
Pasanya, kita tidak pernah tahu penumpangnya carrier apa bukan.
"Ya gimana ya bang susah juga, di sisi lain kita harus taat aturan yang PSBB ini gak boleh bawa penumpang."
"Tapi di sisi lain kan kalau kita cuma mengandalkan orderan makanan atau ngirim paket, ya enggak bakal cukup."
"Satu hari bisa cuma tiga tarikan paling," keluh Hendri.