Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Soal Ojol Angkut Penumpang Saat PSBB di Kota Bekasi, Rahmat Effendi: Kita Ikut DKI Jakarta

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tegaskankebijakan larangan ojek online ( ojol) angkut penumpang selama pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Suharno
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jumat, (10/4/2020) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan, terkait kebijakan larangan ojek online ( ojol) mengangkut penumpang selama pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dia akan mengikuti seperti yang sudah menjadi menjadi kebijakan di DKI Jakarta.

"Ojol kita ikut DKI dulu," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin, (13/4/2020).

Dia mengaku sudah mendengar kebijakan tandingan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menyebutkan, ojol masih tetap diperbolehkan mengangkut penumpang selama PSBB diberlakukan.

"Walapun katanya ada dari Kemenhub, saya blum baca juga itu, tapi kita lihat dulu," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengaku, sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat, pihaknya menerbitkan segala kebijakan dengan meniru apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kompetisi Terhenti Karena Covid-19, PT LIB Upayakan Tetap Bayar Subsidi ke Tim Liga 1 2020

"Artinya sama, penyakitnya sama, wilayahnya (penyebaran) sama, enggak ada perbedaan yang signifikan," tegas dia.

Dia justru mengkritik pemerintah pusat yang harusnya bersinergi dalam membuat peraturan. Sebab, jika terjadi dualisme seperti larangan ojol mengangkut penumpang yang bingung adalah pemerintah daerah.

Adapun larangan soal ojol memgangkut penumpang juga keluar dari Kementerian Kesehatan, di sana tertuang aturan Ojol hanya bisa beroperasi dengan hanya mengantar barang atau makanan.

Sempat Dikira Tawuran, Belasan Orang yang Masuk ke Pemukiman Warga Ini Ternyata Tahanan Kabur

"Hanya tinggal dualisme tadi itu, yang ojol bisa itu, padahal ini sama, ini menteri, ini menteri harusnya satu, biar di bawah enggak bingung," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved