Antisipasi Virus Corona di DKI
Gubernur Anies Baswedan Sebut Prediksi Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Ada 8.000 Orang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprediksi, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona ( Covid-19) di ibu kota mencapai 8.000 orang.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprediksi, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona ( Covid-19) di ibu kota mencapai 8.000 orang.
Hal ini diungkapkan Anies saat teleconference dengan Tim Pengawas Penanganan Covid-19 DPR RI pada Kamis (16/4/2020) lalu.
"Ini kalau kita menggunakan proyeksi yang ada, mungkin bisa sampai 8.000 kasus dalam waktu dekat ini," ucap Anies dalam teleconference itu.
Dengan jumlah pasien sebanyak itu dan 20 persen diantaranya membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, Anies menyebut, hal ini bakal membebani fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta.
• Simak! Ini Daftar 13 Kelurahan DKI Jakarta Penerima Paket Sembako PSBB Hari Jumat (17/4/2020)
Untuk itu, ia mengaku, Pemprov DKI selama tiga pekan terakhir telah mempersiapkan sejumlah lokasi alternatif untuk menampung para pasien tersebut.
"Ini sudah kita lakukan kira-kira 3 minggu yang lalu, ditentukan ada GOR, gedung pertemuam besar, sasana krida, dan lain yang bila sampai jumlahnya meningkat, maka itu akan menjadi tempat alternatif," ujarnya.
Guna mencegah penyebaran virus corona semakin meluas, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW untuk melakukan pemantauan terhadap warganya yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona, seperti lansia, penyakit asma, jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.
"Mereka-mereka yang punya risiko tinggi dipantau khusus agar mereka terbebas dari penularan," kata Anies.