Sisi Lain Metropolitan
Sempat Viral, Yanti Tempuh Jaksel-Pamulang Antar Laundry Untuk Bantu Orangtuanya
Beberapa waktu lalu, unggahan foto perihal Yanti, sapaannya yang sedang mengantar pakaian laundry sempat dibagikan seorang netizen di dunia maya.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Sempat viral saat mengantarkan barang, Listiyanti (42) ceritakan kronologisnya.
Beberapa waktu lalu, unggahan foto perihal Yanti, sapaannya yang sedang mengantar pakaian laundry sempat dibagikan seorang netizen di dunia maya. Kemudian di repost oleh beberapa akun.
Yanti, menuturkan tak tahu bila fotonya ada di dunia maya. Namun, ia menceritakan bahwa ada seseorang yang meminta izin untuk memotretnya.
"Wah saya malahan enggak tahu. Tapi memang waktu itu (lupa harinya), dari Setu Babakan ada mba-mba yang kejar saya di jalan," ceritanya kepada TribunJakarta.com, Minggu (19/4/2020).
• Todong Orang di Tanjung Priok, Mantan Napi yang Baru Bebas Karena Asimilasi Corona Ditembak Mati
Selama di jalan, orang tersebut membunyikan klakson dan ditujukan kepada Yanti.
"Saya mikir ini mba-mba ngapain sih klakson terus. Padahal saya bawa motor sudah minggir," lanjutnya.
"Bu, sebentar, saya mau catar nomor telepon ibu," katanya kepada Yanti.
"Oh kirain mau apa," balas Yanti.
"Bu boleh enggak saya rekam (foto)?," tanya wanita itu.
"Buat apa?," sahut Yanti.
"Buat ya kali aja ada yang mau pesan (laundry)," jawabnya.
"Saya engga nanya namanya siapa karena enggak enak juga. Cuma saya bilang enggak apa-apa kalau mau rekam," jelasnya.
Yanti mengatakan, sudah hampir setahun belakangan dirinya memang bekerja sebagai kurir laundry di Family Laundry.
Family Laundry merupakan usaha milik orang tuanya yang terletak di Pamulang, Jakarta Selatan.
"Laundry ini punya ibu saya. Saya bantuin aja. Sebab lokasi laundrynya kan di rumah bukan di pinggir jalan dan kebetulan rumahnya juga kurang strategis," ungkap ibu tiga anak ini.
Di awal usaha, kondisi laundry terbilang sepi. Akhirnya, Yanti mendaftarkan Family Laundry di sebuah aplikasi.
"Alhamdulillah dari situ membaik kondisinya. Karena saya senang kerja di luar ruangan dan dulunya memang jadi ojol, akhirnya saya bantuin ibu saya jadi kurir aja," katanya.
"Kalau ada pesanan saya ambil nanti saya juga antarka bajunya setelah selesai," lanjutnya.
• Residivis yang Ditembak Mati di Tanjung Priok Todong dan Lukai Wanita Penumpang Angkot
Sejauh ini, Yanti mengantar sendiri laundry tersebut sekitaran Tangerang Selatan hingga ke Jakarta Selatan.
"Karena suami saya, (Ijul) juga ojol, jadi dia izinkan saya juga. Sehingga kalau ada laundry, anak-anak di rumah sama ibu saya," ujarnya.
Suka Duka
Menjadi kurir laundry hingga ke Jakarta Selatan, rupanya menyelipkan kisah duka tersendiri bagi Yanti.
Satu-satunya kisah duka yang dialaminya ialah ketika mengantarkan orderan ke wilayah Jakarta Selatan sekitar pukul 21.30 WIB malam.
"Ya memang waktu itu kesalahan juga ada di saya. Di dalam laundryan itu ada baju kerja pemilik yang harus dipakai besok pagi pukul 07.00 WIB," jelasnya.
"Akhirnya saya anterin malam itu juga. Saya jalan dari Pamulang pukul 21.30 WIB. Sampai di daerah Pasar Blok A, Jakarta Selatan 22.30 WIB dan kembali ke rumah pukul 23.30 WIB," lanjutnya.
• Simak! Ini Daftar 14 Kelurahan Penerima Paket Sembako PSBB DKI Hari Minggu Tanggal 19 April 2020
Sejak kejadian itu, Yanti mulai mengatur kembali mekanisme pengantaran laundry.
Ia memilih untuk bertanya apakah ada pakaian penting di dalam laundry dan kapan akan dikenakan.
Hal tersebut menjadi pembelajaran penting untuknya perihal waktu pengantaran.
Sejauh ini, Yanti menuturkan tak menemui kendala apapun diluar kejadian tempo hari tersebut.
Untuk itu, Yanti merasa sangat nyaman dan bahagia karena bisa bekerja di luar ruangan sembari membantu ibunya.
"Sejauh ini saya nyaman dan senang karena bisa kerja di luar dan membantu ibu saya," katanya.
"Harapan saya saat ini hanya satu, mudah-mudahan wabah virus corona ini cepat berlalu. Sebab pemasukan ibu saya menurun 10-20 persen akibat wabah ini. Jadi doa saya semoga semuanya kembali normal," tandasnya.