Antisipasi Virus Corona di DKI
Ojek Online dan Sopir Taksi Positif Corona Setelah Rapid Test Drive Thru di Kejagung
-Dokter RSU Adhyaksa Budi Santoso mengungkapkan ada dua orang yang positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) setelah mengikuti rapid test drive thru.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Sudah aman, sudah dilaporkan ke Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," ujar dia.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI menggelar rapid test Covid-19 secara drive thru pada Kamis kemarin.
Rapid test berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00. Dalam kegiatan ini, Kejaksaan Agung menyiapkan 500 alat rapid test.
Dalam pelaksanaannya, Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan RSU Adhyaksa.
Rapid test drive thru ini didominasi sopir taksi dan ojek online (ojol).
Positif Corona Akan Dipantau Puskesmas
Hasil rapid test yang digelar secara drive thru oleh Kejaksaan Agung RI akan disampaikan langsung kepada masing-masing peserta.
Rapid test tersebut berlangsung di depan kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak pukul 09.00 hingga 12.00.
Sebelum mengikuti rapid test, para peserta didata terlebih dulu yang meliputi alamat domisili dan nomor telepon.
Jika dinyatakan positif, pihaknya akan menghubungi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah tempat tinggal peserta rapid test.
"Misalnya yang positif di Jakarta Timur, kita hubungi ke Gugus Tugas sana untuk dilakukan pemantauan terhadap orang ini. Mungkin bisa dari Puskesmas yang memantau nantinya," jelas Budi.
Kejaksaan Agung menyiapkan 500 alat rapid test dalam kegiatan hari ini. Sementara, petugas medis yang dikerahkan berjumlah 25 orang.
"Dari RSU Adhyaksa delapan orang, sisanya dari Sudinkes Jakarta Selatan," ujar dia.
Rapid test yang diselenggarakan Kejaksaan Agung RI didominasi sopir taksi dan ojek online (ojol).
Rapid Test Drive Thru di Kejaksaan Agung Didominasi Pengemudi Ojol
