Virus Corona di Indonesia
Positif Covid-19 Anggota DPRD Ini Nekat Ngantor, Ogah Dikarantina Hingga Singgung Alat Tesnya
Sudah dinyatakan positif Covid-19 berdasar hasil rapid test, anggota DPRD Bangkalan ini ngotot ingin tetap mengantor.
Sedangkan rapid test terhadap hasil tracing akan dilakukan seminggu dari masa isolasi.
"Sedangkan terhadap anggota DPRD yang belum mengikuti rapid test akan dilaksanakan setelah proses tracing selesai," terang dia.
Pilih Rapid Test di Rumah Sakit
Lantaran tidak puas, Mahmudi kemudian melakukan rapid test ulang di Rumah Sakit Siloam Surabaya pada hari yang sama pukul 22.00 WIB.
Hasilnya pun dinyatakan negatif.
Ia mengaku heran karena hingga pukul 19.00 WIB belum juga mendapatkan kabar terkait hasil rapid test yang telah ia jalani pada Rabu siang di DPRD Bangkalan.
Mahmudi mengaku tidak mendapatkan lembaran detil keterangan terkait hasil dari kegiatan rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Bangkalan.
"Di manapun hasilnya pasti keluar dalam bentuk lembaran, saya tunjukkan hasil lab dari Siloam," ungkap dia.
• Ariel Noah Nekat Cukur Rambut Sendiri di Rumah, Najwa Shihab Tawari Ajari Hal Ini: Mau Gak? Gue Jago
"Saya tanya yang di sini, apa jawabnya, tidak ada karena dalam waktu 15 menit sudah terhapus, buram," tegasnya.
Selain perbedaan hasil tes, Mahmudi juga mempertanyakan alat rapid test yang digunakan pihak Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan.
Ia berharap, Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan bekerja dengan selektif dan baik.
Alat yang dipakai, lanjutnya, harus sesuai rekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan.
Saat akan dilakukan rapid test, Mahmudi mengaku ditawari petugas dua buah alat rapid test.
Satu alat itu tidak ada dalam daftar 15 alat rapid test sesuai rekomendasi WHO dan Kemenkes.
"Sedangkan alat satunya merupakan bantuan dari propinsi, termasuk satu dari 15 alat yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes," ucap dia.