Ramadan 2020

Ini Alasan Kurma Baik untuk Camilan Saat Berbuka Puasa

Buka puasa yang di-sunnah-kan Rasulullah SAW justru adalah segelas air atau tiga butir kurma.

Editor: Muji Lestari
Google
Kurma. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tak bisa dipungkiri, banyak dari kita yang makan berlebihan ketika berbuka puasa.

Buka puasa seolah-olah menjadi ajang balas dendam setelah tidak makan dan minum seharian.

Padahal, buka puasa yang di-sunnah-kan Rasulullah SAW justru adalah segelas air atau tiga butir kurma.

Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum dalam acara Live Instagram Kompas.com yang bertajuk "Puasa Sehat di Tengah Pandemi Corona" menjelaskan, minum segelas air ketika berbuka diperlukan untuk menghidrasi tubuh.

"Air adalah satu-satunya cairan yang bisa diterima tubuh dengan sangat baik. Jadi daya serapnya lebih mudah diterima tubuh untuk rehidrasi," ungkap dia, Sabtu (25/4/2020).

Setelah itu, kita bisa mengonsumsi kurma untuk mengembalikan energi tubuh.

Jumlah kurma yang dianjurkan nabi adalah berjumlah ganjil.

Nah, mengapa kurma begitu baik untuk dijadikan camilan berbuka puasa?

Dokter Tan menjelaskan, meski rasanya sama manisnya dengan gula, namun manis kurma berbeda.

3 Langkah Mudah Membuat Kolang Kaling Agar Tak Berbau Asam

Kurma adalah buah yang masih mengandung serat, antioksidan, dan karbohidrat yang sangat baik.

Meskipun tinggi gula, namun kurma juga tinggi serat.

Sayangnya, di Indonesia, banyak yang memang menjalankan sunnah Nabi dengan mengonsumsi kurma di waktu berbuka puasa.

Namun tak sedikit dari mereka yang lantas melanjutkannya dengan konsumsi camilan-camilan berbuka lainnya.

Hal itulah yang seringkali terlalu manis, atau bahkan menyantap goreng-gorengan.

Jika kamu tidak memiliki kurma di rumah atau merasa harga kurma terlalu mahal, kamu bisa menggantinya dengan buah-buahan lain, atau sayur-sayuran yang ada pada masakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved