Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bogor

Viral Ibu Peluk 2 Anak Positif Corona Dijemput Ambulans, Tertular Baju Ayah Saat Pulang Kerja

Media sosial diramaikan viral video seorang ibu yang memeluk kedua anaknya sedang dijemput tenaga medis. Berawal saat ayah pulang kerja.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor beserta pihak kecamatan, Polri, dan TNI, mendampingi evakuasi tersebut.

Menurut Endang, keluarga itu menjalani tes swab di Rumah Sakit Polri. Hasil dari tes swab itu menyatakan sang ayah dan anak sulung negatif Covid-19.

"Bapak dan anak pertama tidak terdeteksi, namun untuk ibu, anak kedua dan ketiga terdeteksi. Kami tim satgas berinisiatif agar tetap dirawat dan melakukan langkah-langkah itu," kata Endang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Kronologi

Seorang ibu dan anak yang dinyatakan positif Covid-19 sedang berpelukan ketika dibawa hendak dibawa tim medis ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada 20 April 2020.
Seorang ibu dan anak yang dinyatakan positif Covid-19 sedang berpelukan ketika dibawa hendak dibawa tim medis ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada 20 April 2020. (Tangkapan layar video/istimewa)

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa awalnya pada 11 - 12 April 2020, seorang laki-laki mengikuti rapid tes di tempat kerjanya di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta dan hasilnya negatif.

"Tanggal 14 April 2020 malam Rabu, dia pulang ke rumah dan sesuai SOP dia langsung bersih-bersih diri dan badan, pakaian dan semua perlengkapan dirinnya dibersihkan," kata Ade Yasin, Minggu (26/4/2020).

Setelah waktu Isya, sekitar 19.30 WIB, yang bersangkutan kontak dengan istri dan anak-anaknya.

Kemudian 3 jam kemudian, tiga anaknya mengalami demam dan sempat diobati namun tidak kunjung sembuh.

Keesokan harinya, ketiga anaknya ini dibawa ke sebuah rumah sakit dan berdasarkan hasil rontgen ada peradangan di paru serta hasil tes darah mengarah ke virus (limposit menurun) hingga akhirnya dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.

"Rumah sakit menawarkan rumah sakit rujukan untuk isolasi anak-anak dan tes kelanjutan untuk memastikan anak-anak positif atau tidak. Akhirnya, sebagai orang tua, lebih melihat ke mental dan psikis anak, memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah dan melapor ke RT/RW," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved