Antisipasi Virus Corona di DKI
Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth Pertanyakan Paket Bansos Covid-19 Berbeda
Kent pun menegaskan, Pemprov DKI Jakarta agar tidak main-main dengan pendistribusian paket sembako untuk warga Jakarta ini.
"Memang seharusnya diubah sistem pemberian dan penerima bansos, agar tidak tumpang tindih. Dan harus diperbaharui kembali data yang baru, karena banyak yang tidak mendapatkan bansos hingga saat ini," katanya.
Kent juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini PD. Pasar Jaya, agar tidak terlalu lama melakukan penundaan pemberian Bansos Covid-19 tahap kedua.
Dikarenakan banyak warga yang tak mampu bergantung hidup kepada paket bansos tersebut.
"Jangan terlalu lama untuk menunda paket bansos tersebut, karena warga sangat membutuhkan. Jangan sampai warga terlanjur mati kelaparan karena tidak mendapatkan paket bansos itu, karena terlalu berbelit-belit birokrasinya," tuturnya.
Selain itu, Gubernur Anies Baswedan harus kembali memikirkan solusi karena banyaknya warga yang diam-diam sudah pulang ke kampung halaman, dikarena di Jakarta tidak ada yang menjamin kehidupannya.
"Mereka memilih untuk pulang kampung diam-diam, daripada di Jakarta tidak ada apa-apa dan tidak mendapatkan apa-apa. Karena mereka pikir disini tidak ada kepastian bantuan dan jaminan dari Pemprov DKI. Oleh karena itu, saya meminta kepada Pak Anies harus benar-benar memikirkan kembali nasib warga Jakarta yang tidak pulang kampung," katanya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 1,2 juta Kepala Keluarga (KK) berstatus miskin dan rentan miskin di Ibu Kota.
Tujuan distribusi bansos untuk membantu warga terdampak Covid-19.
Diketahui, nilai total harga paket bantuan sembako yang diterima warga ibu kota, ternyata tak sesuai dengan yang dianggarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta menganggarkan paket sembako yang diberikan kepada warga membutuhkan tiap kepala keluarga (KK) seharga Rp 149.500, namun fakta yang ditemukan di lapangan berbeda.
Misalnya di RW 05 Kelurahan Cempaka Baru Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, masing-masing wilayah RT, warganya menerima paket sembako yang berbeda-beda.
Warga RT 01 hanya sebagian KK yang mendapat sembako.
Sembako yang dikemas dalam satu kardus berisi beras 5 kilogram, jika dinilai harga rata-rata di pasaran jadi Rp50 ribu, sarden 2 kaleng merek Gaga ukuran 155 gram seharga Rp15 ribu dan satu botol minyak goreng merek Tropical ukuran 1 liter, seharga Rp15 ribu.
Kemudian 2 buah biskuit Roma Sari Gandum seharga Rp 12 ribu dan masker kain 2 pieces seharga Rp 10 ribu.
Sehingga total nilai paket sembako tersebut seharga Rp 102 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kent-cek-bansos.jpg)