Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Hindari Keramaian di Pabrik, Wali Kota Tangerang Susun Mekanisme Kepulangan Pekerja

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pun mengaku sedang menyusun peraturan yang nantinya akan mengatur mekanisme kepulangan dan kedatangan pekerja

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat melakukan konferensi pers usai melakukan rapat koordinasi soal perpanjangan masa PSBB di Kota Tangerang, Rabu (29/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pabrik-pabrik di Kota Tangerang masih menjadi satu dari beberapa pusat keramaian yang ada di Kota Tangerang selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebab, satu diantara beberapa sektor yang masih boleh beroperasi selama PSBB adalah sektor industri tak terkecuali yang berada di Kota Tangerang.

PSBB pun seakan tidak berpengaruh apa bila memasuki jam masuk dan kepulangan karyawan pabrik di Kota Tangerang saat ini.

Lantaran banyaknya kerumuman massa yang disebabkan oleh karyawan pabrik yang masih bekerja dalam jumlah banyak.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pun mengaku sedang menyusun peraturan yang nantinya akan mengatur mekanisme kepulangan dan kedatangan pekerja pabrik.

“Yang kita kendalikan ini meraka masih ramai berkumpul kalau pas berangkat kantor dan mau pulang kantor,” Kata Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (29/4/2020).

Cegah Covid-19, Anies Baswedan Bagikan 20 Juta Masker Kain Untuk Warga Jakarta

Warga Cipinang Melayu Tempel Selebaran Wajah Maling Kotak Amal yang Masih Buron

“Itu evaluasi kita akan tertibkan mekanismenya agar mereka tidak berkerumun,” sambung dia.

Arief pun mengaku sudah melakukan beberapa evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB yang sudah dilaksanakan selama 11 hari terhitung sejak tanggal 18 April 2020.

Terutama, PSBB jilid pertama yang akan habis pada 1 Mei 2020 mendatang bergesekan dengan Hari Raya Ramadan 1441 H.

Ia mengaku meminta MUI Kota Tangerang untuk mengeluarkan imbauan tidak membangunkan warga untuk sahur secara berkerumun.

“Kita sedang berkoordinasi sama MUI, minta fatwa apakah adzan subuhnya dua kali kayak di Madinah dan Mekah. Jam 3 pagi bangunkan sahur dan jam 5 bangunkan subuh,” tutur Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved