Virus Corona di Indonesia
Pemerintah Harus Selalu Siap Merespon Aspirasi Masyarakat di Masa Krisis Dampak Pandemi Covid-19
Menurutnya, sistem sosial di Tanah Air saat ini masih mampu menjaga situasi keamanan Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho mengatakan hal yang paling penting dilakukan negara (pemerintah) dalam masa-masa krisis dampak pandemi virus corona atau Covid-19 adalah soliditas, ketegasan, kejelasan serta kepemimpinan nasional yang kredibel dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, sistem sosial di Tanah Air saat ini masih mampu menjaga situasi keamanan Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Dimas dalam diskusi Webinar yang dilaksanakan Pusat Kajian Politik dan Keamanan (Puspolkam) Indonesia, Senin (27/4/2020).
Kegiatan yang mengusung topik 'Menguatkan Sistem Keamanan untuk Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19' dengan subtopik 'Mengantisipasi Dampak Sosial dan Ekonomi dari Pandemi Covid-19' dilakukan di tengah bencana nasional yang terjadi pasca menyebarnya Covid-19.
Dimas mengatakan bahwa dalam masa pandemi ini, masyarakat harus tahu kemana mereka harus datang untuk menyampaikan persoalan mereka dan siapa yang akan menjawabnya.
Dia menuturkan beberapa strategi yang dapat dilakukan pemerintah guna merespon masyarakat pada masa pandemi ini.
Pertama adalah pemerintah harus menunjukkan kepastian dan ketegasan dalam membuat suatu kebijakan.
Kedua, pemerintah harus betul-betul konsisten dalam penerapan kebijakan.
Ketiga, pentingnya kesamaan pandangan terhadap situasi yang dihadapi, input masyarakat sipil juga penting untuk didengarkan.
"Pola komunikasi dari seluruh unsur pemerintah harus mampu dipahami oleh masyarakat agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menjadi efektif di tengah masyarakat. Pemerintah harus selalu siap merespon aspirasi masyarakat,” kata Dimas.
Koordinator Peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra menyampaikan narasi yang berkembang di masyarakat masih seputar narasi ekonomi.
Pasalnya, masih ada masyarakat yang lebih memilih untuk tetap bekerja di luar untuk memastikan kebutuhan sehari-hari mereka dapat terpenuhi.
"Pemerintah mapun aparat keamanan harus mengutamakan upaya preventif, proporsional, dan tidak reaktif terhadap masalah-masalah yang kemungkinan timbul selama Pandemi. Ia juga mengapresiasi langkah tepat pemerintah yang telah menunda pembahasan RUU Omnibus Law, yang dapat memperkeruh suasana pada masa krisis," ujarnya.
Ardi menyarankan pemerintah menggandeng tokoh-tokoh masyarakat di level grassroot, karena mereka memiliki pengaruh di tengah masyarakat, setidaknya di kelompok mereka masing-masing.
Ardi juga meminta kepolisian untuk mengutamakan pendekatan yang proporsional dan terukur dalam menampung aspirasi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.