Virus Corona di Indonesia
Kisah Perawat Berjuang Lawan Covid-19: Tak Berani Pulang dan Rela Hadapi Ramadan Tanpa Keluarga
Padahal, kehangatan dalam keluarga menjadi salah satu hal yang paling dirindukan ketika berpuasa.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Ramadan tanpa keluarga turut dirasakan oleh tenaga medis yang tengah menangani pasien covid-19.
Tak pernah terbayangkan, jika kita harus melewati Ramadan seorang diri. Berbuka puasa tanpa keluarga, sahur seorang diri, bertemankan sebungkus nasi beserta lauknya.
Padahal, kehangatan dalam keluarga menjadi salah satu hal yang paling dirindukan ketika berpuasa.
Saat-saat kita makan sahur bersama, menyiapkan hidangan berbuka puasa bersama, menjadi kenangan manis setiap tahunnya saat Ramadan.
Dian Tri Handayani, seorang perawat pelaksana di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur bercerita bahwa dirinya masih harus lebih lama menahan diri untuk tidak pulang ke rumah.
Bukan karena tak rindu keluarga, namun suasana saat ini memaksa dirinya untuk tetap melakukan tugasnya demi semua orang.
Pasien yang membutuhkan, juga kesehatan keluarganya di rumah.
"Sudah sebulan gak pulan. Sebenernya sih boleh aja pulang, tapi akunya aja yang gak mau pulang," kata Dian pada TribunJakarta.com, Senin (4/5/2020).
Sehari-hari, Dian menginap di sebuah penginapan yang difasilitasi oleh pemerintah.
Hari-harinya ia lewati untuk membantu para pasien dengan covid-19.
Ia pun turut merasakan berbuka puasa dan makan sahur seorang diri dengan menu makanan yang difasilitasi oleh penginapan.
Tak jarang, ia juga menikmati menu buka puasa hasil dari sumbangan para relawan di rumah sakit.
"Aku kerja shift-shift an jadi gak tentu. Bisa sahur di Rumah sakit, atau di hotel. Begitu juga buka puasa. Ramadan tahun ini enggak sama keluarga, lebaran pun kemungkinan sendirian," kata dian bercerita.
Setiap hari, ia selalu melayani pasien dengan penuh kesabaran. Apalagi, ketika jumlah pasien terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Hal ini semakin menyulitkan dirinya untuk memberi penanganan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/perawat-di-rs-persahaba.jpg)