Virus Corona di Indonesia
Kisah Perawat Berjuang Lawan Covid-19: Tak Berani Pulang dan Rela Hadapi Ramadan Tanpa Keluarga
Padahal, kehangatan dalam keluarga menjadi salah satu hal yang paling dirindukan ketika berpuasa.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
Pengap, serta sesak juga sering terasa ketika ia mengenakan seragam APD nya lengkap selama berjam-jam.
Seragam dinas, yang dilapisi busana hamzat, serta masker dan APD lainnya wajib ia gunakan setiap bertemu dengan pasien.
Belum lagi, pakaian tersebut juga menyulitkannya untuk pergi ke toilet.
"Sehari-hari kerja ake baju bedah yang kaya diruang operasi, pas udah mau ke pasien baru ake baju hazmat. Ketoilet dulu sebelum pake baju hamzat," kata dia.
Ia pun meminta agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam melakukan gerakan perlawanan terhadap wabah Covid-19 untuk meringankan para tenaga medis dalam berjuang melawan Covid-19.
Seperti menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan, tetap diam di rumah jika tidak penting, serta istirahat yang cukup.
Selain itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu jujur dan terbuka dengan segala gejala yang dialami.
"Karena kita nyembuhin pasien gak ada habisnya sampai sekarang. Memang banyak yang sembuh tapi banyak juga yang baru terkonfirmasi positif. Selain itu terimakasih Kemenparekraf RI sudah mengakomodasikan kami tempat tinggal dan transportasi. Terus terang, ini sangat membantu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/perawat-di-rs-persahaba.jpg)