Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Tak Mampu Beli Beras, Warga di NTT Terpaksa Makan dan Olah Ubi Beracun: Dari Pada Mati Kelaparan

Beberapa warga di Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak mampu membeli beras ataupun jagung.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
(Kompas.com/Nansianus Taris)
Warga Desa Woedoa, Nagekeo, mengumpulkan ubi hutan pada siang hari. Ubi itu diolah agar bisa dimakan warga sebagai pengganti beras dan jagung. 

Herman menyebut hampir tak ada beras di sebagian rumah warga di desa itu.

Begitu juga dengan jagung, pasalnya tanaman tersebut mengalami gagal panen pada tahun ini.

Sehingga warga terpaksa makan ubi hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ruben Onsu Ajak Betrand Peto Imunisasi di Singapur Karena Ini, Nikita Mirzani Sewot: Dia Mah, Mehong

Herman sadar ubi hutan tersebut beracun.

Masyarakat desa memiliki teknik untuk menghilangkan kandungan racun dalam ubi tersebut.

Menurut Herman, perlu waktu beberapa hari untuk mengolah ubi itu agar layak dimakan.

Warga harus mengupas kulit ubi itu terlebih dulu. Lalu, ubi itu harus diiris tipis dan dijemur.

Setelah kering, ubi itu dicuci menggunakan air mengalir.

Nagita Slavina Mau Potong Rambut Model Begini, Raffi Ahmad Tertawa: Mau Kayak Manta Aku Ya?

Ubi itu kembali dijemur hingga bagian dalamnya kering.

"Kalau sudah kering baru bisa dikonsumsi," ujar Herman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved