Breaking News:

Didi Kempot Meninggal Dunia

Didi Kempot Meninggal Henti Jantung, Beda dengan Serangan Jantung, Ini Cara Pertolongan Pertama

Legenda campursari Didi Kempot dilarikan ke RS Kasih Ibu dalam keadaan henti jantung. Mari mengenal keadaan henti jantung.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Serangan jantung merupakan penyakit mendadak yang memang tidak diawali dengan gejala apapun. Selain keturunan sakit jantung juga bisa disebabkan oleh gaya hidup. Pola hidup yang tidak sehat seperti makan yang berlebihan, mengosumsi alkohol serta merokok adalah kegiatan yang dapat membuat orang mudah terkena risiko penyakit serangan jantung. TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA 

Karena itu, kita perlu mengenali gejala awal yang bisa menandakan seseorang akan mengalami henti jantung, seperti di bawah ini:

  • Pusing
  • Sesak napas
  • Merasa lemas atau lelah
  • Muntah-muntah
  • Jantung berbedar kencang

Apabila Anda mendapati seseorang yang mengalami gejala di atas segeralah bawa ke rumah sakit terdekat.

Perawatan gawat darurat harus segera dimulai, terutama jika gejala di atas berlanjut menjadi:

  • Nyeri dada
  • Tidak ada nadi yang teraba
  • Sulit bernapas atau henti napas
  • Pingsan

Apabila Anda merasakan gejala serupa berulang-ulang, segeralah periksakan diri ke dokter.

Namun, beberapa kasus henti jantung bahkan tanpa gejala apapun.

Pertolongan pertama untuk henti jantung Apabila ada orang di sekitar yang menunjukkan tanda-tanda henti jantung, segera panggil ambulans atau hubungi nomor darurat.

Selama menunggu ambulans datang, lakukan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) atau yang sering disebut juga sebagai CPR.

Periksalah napas orang tersebut dan apabila napas tidak terdeteksi atau orang tersebut tidak bernapas dengan normal, segera mulai untuk melakukan kompresi dada dengan cara berikut ini:

  • Letakkan bagian bawah salah satu telapak tangan di tulang dada. Lalu, posisikan tangan lainnya di atas, dan masukkan jari-jemari tangan pada sela-sela jari tangan yang di bawah.
  • Dalam posisi lengan lurus dan siku terkunci, tekanlah dada dengan keras dengan kecepatan sebanyak 100-120 kali per menit dan kedalaman minimal 5 cm Jika Anda pernah melakukan pelatihan RJP, periksa jalur napas orang tersebut dan berikan napas buatan sebanyak dua kali setiap 30 kompresi dada.
  • Namun jika belum pernah menerima pelatihan RJP, lanjutkan dengan melakukan kompresi dada. Pastikan dada sudah kembali ke posisi semula setelah ditekan, sebelum mulai tekanan berikutnya.
  • Lakukan terus pertolongan ini hingga petugas medis tiba.

Pada orang dengan henti jantung, petugas medis akan langsung menggunakan alat defibrilator untuk memberikan aliran listrik ke jantung, agar jantung bisa kembali berfungsi.

Wali Kota Bekasi Gelar Rapid Test Virus Corona Hingga ke Tingkat RT

Detik-detik Pembunuhan Gadis 21 Tahun di Cemara Asri Medan, Mulanya Bareng Pacar di Rumah Teman

Pertolongan akan terus dilanjutkan di perjalanan menuju rumah sakit.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved