Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wakil Wali Kota Bekasi Sebut Covid-19 Tak Ubahnya Seperti DBD

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai, pandemi Covid-19 yang terjadi sejauh ini tak ubahnya seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Shutterstock via kompas
Virus corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai, pandemi Covid-19 yang terjadi sejauh ini tak ubahnya seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Sebab, kedua panyekit tersebut sama-sama belum memiliki obat penawar atau vaksi yang dapat menangkal penularan.

"Ini sama kaya BBD, DBD enggak ada obatnya, di rumah sakit dia (pasien) dikasih apa? Enggak dikasi apa-apa, (hanya) dikasih makan," kata Tri saat dikonfirmasi, Selasa, (12/5/2020).

Perkembangan penyebaran virus corona khusus di wilayahnya memang masih terjadi, tetapi kata dia, tubuh sudah banyak pasien positif yang berhasil sembuh.

Hal ini menurut dia terjadi akibat, antibodi pasien atau manusia saat ini lambat laut akan kuat melawan virus corona.

Fokus Jaga Kebugaran Pemain, Timnas U-16 Belum Mau Tiru Program dari Shin Tae-yong

"Kita hanya menunggu semua orang terpapar sehingga pada akhirnya menjadi kuat dan punya antibodi, nah itu lah pemahaman saya, toh tingkat kematian 1 persen, awal memang mencapai 10 persen sekarang ke sini banyak yang sembuh," jelasnya.

Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi juga sejauh ini dirasa cukup ampuh menekan penyebaran virus corona, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tes massal yang dilakukan secara masif mejadi alasannya.

"Kenapa banyak yang sembuh, karena makin ke sini orang yang batuk-batuk dikit langsung di swab atau dia mulai menerapkan isolasi mandiri," paparnya.

"Jadi semakin virus ini cepat diketahui pasti aman dan penanganannya cepat, yang bahaya ini orang tanpa gejala, dia menularkan virus tanpa sadar," tegas dia.

Pemerintah Kota Bekasi lanjut dia, terus melakujan serangkaian tes massal baik dengan metode rapid tes maupun swab tes menggunakan uji laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR).

Belum lama ini, tes massal PCR dilakukan di Stasiun Bekasi, sejumlah titik perbatasan dan 14 titik pasat tradisional di Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi Sepakat Usulan Pemerintah Kelompok Usia 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas

"Kan sekarang kita kejar nih, orang di pasar, orang di terminal, orang di RT/RW kita buka tes massal, penyebarannyakan kurang dari satu persen sebetulnya dari tingkat sampel yang kita lepas," ucapnya.

"Jadi pada akhirnya kita sebenarnya secara tidak langsung ya beradaptasi dengan namanya si covid, tapi memang protokolnya tidak bisa dilepas," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved