Breaking News:

2 Kakak Kandung Pembunuh Adik di Bantaeng Terancam Hukuman Mati: Begini Pendapat Sosiolog

Rahman dan Darwin membunuh RO karena 'siri' malu karena korban berhubungan intim dengan sepupunya

TribunBantaeng.
Polres Bantaeng, mengamankan satu keluarga di Kampung Katabung, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (9/5/2020) malam 

Pembunuhan berdalih adat siri itu mendapat respon yang berbeda dari pandangan sosiologi.

Di mata sosiolog, kasus pembunuhan tersebut bukanlah murni untuk menegakkan adat melainkan ada motif lain. 

Hal tersebut diungkapkan sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Tahir Kasnawi, yang dihubungi melalui telepon seluler kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

"Sebenarnya adat siri itu adalah hukum adat yang mulia sebab sebenarnya untuk menjaga martabat kaum wanita. Namun fenomena yang terjadi di Bantaeng itu bukanlah murni penegakan adat namun ada motif lain," kata Prof Tahir.

Tahir melanjutkan, dari fakta yang terjadi dimana ada fenomena kesurupan dan ada penyanderaan, maka hal tersebut bukanlah murni penegakan adat.

Aparat kepolisian di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tengah melakukan pengamanan di lokasi pembunuhan seorang gadis remaja dengan modus kesurupan massal dan penyanderaan. Minggu, (10/5/2020).
Aparat kepolisian di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tengah melakukan pengamanan di lokasi pembunuhan seorang gadis remaja dengan modus kesurupan massal dan penyanderaan. Minggu, (10/5/2020). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Sebab, menurut dia, penegakan adat untuk memulihkan nama baik keluarga itu terjadi secara spontanitas.

Tahir juga menjelaskan bahwa adat siri memang telah menjadi pedoman hidup bagi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Penegakan siri bagi pelanggar adat memang cenderung diwarnai dengan kekerasan dan hal tersebut sudah tidak relevan di zaman modern sekarang ini

"Sekali lagi saya katakan bahwa adat siri itu adalah hukum adat yang mulia sebab selama ratusan tahun hukum adat tersebutlah yang menjaga martabat kaum wanita. Namun ada beberapa hal hukum adat siri itu yang sudah tidak relevan dengan zaman modern sekarang ini," kata Tahir.

Kasus pembunuhan ini sendiri terjadi pada Sabtu (9/5/2020) lalu yang menewaskan gadis remaja berinisial RO (16).

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved