Saldo ATM Warga Rusun Cengkareng Raib

Saldo Tabungannya Raib Usai Transaksi di ATM, Warga Rusun Bumi Cengkareng Indah Terancam Batal Nikah

19 warga Rusun Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat yang saldonya raib usai bertransaksi di gerai ATM bank plat merah yang ada di rusun tersebut.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Suharno
Tribunnews
Ilustrasi ATM. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Yudi (29) terancam batal nikah lantaran saldo di ATM-nya mendadak raib.

Ia adalah satu dari sedikitnya 19 warga Rusun Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat yang saldonya raib usai bertransaksi di gerai ATM bank plat merah yang ada di rusun tersebut.

Yudi mengaku saldonya yang raib dari ATMnya mencapai Rp 29 juta.

"Tujuh tahun saya nabung ngumpulin tuh uang sampai Rp 29 juta buat modal saya nikah. Tapi kena cobaan begini," imbuhnya saat dihubungi, Kamis (14/5/2020).

Siswi SMP Pelaku Pembunuhan Bocah 5 Tahun di Sawah Besar Jakarta Ternyata Korban Pelecehan Seksual

Yudi menceritakan, awal mula menyadari saldonya raib yakni setelah tetangganya ramai membicarakan hal tersebut.

Lantaran pernah bertransaksi di gerai ATM tersebut, ia pun mengeceknya pada 15 April 2020 atau tiga hari setelah dia transaksi di ATM tersebut.

"Tanggal 12 April transaksi saldo masih Rp 29.250.000. Begitu dilihat tanggal 17, dicek saldo tinggal Rp 254.000," kata dia.

Yudi menjelaskan, pengambilan saldo dari ATMnya itu dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali yakni pada tanggal 13, 14 dan 15 April 2020.

Dua kali pengambilan pertama sebesar Rp 10 juta dan satu kali Rp 9 juta.

"Saya tahunya pas nyetak rekening koran karena saya enggak punya m-banking makanya bisa bobol sampai segitu banyak," kata dia.

"Kalau yang lain sih macam-macam kerugiannya. Tapi kalau ditotal mencapai Rp 150 juta. Soanya dari grup di WA ada 19 orang korbannya, semuanya warga rusun," tambahnya.

Pemprov DKI Jakarta Jatuhkan Denda Rp 10 Juta ke Pengelola McDonalds Sarinah Karena Langgar PSBB

Atas kejadian itu, Yudi mengaku telah melaporkan ke pihak bank.

"Katanya dijanjiin tanggal 20 mau diproses, semoga aja bisa balik lagi uang saya soalnya itu penting banget buat saya, apalagi saat corona kayak gini," ujar karyawan swasta tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved