Ramadan 2020
Curhat Pedagang Parsel di Barito Kebayoran, Berusaha Bertahan di Masa PSBB: Pahit dan Prihatin
Menjelang Hari Raya Lebaran, penjual parsel mulai menjajakan dagangannya di Kawasan Barito, di tengah pandemi Covid-19, pendapatan mereka menurun.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menjelang Hari Raya Lebaran, penjual parsel mulai menjajakan dagangannya di Kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, pendapatan mereka menurun.
Pembatasan jam buka menjadi salah satu penyebab para pedagang di Barito kehilangan banyak pembeli.
Di pinggiran jalan Barito I, deretan parsel yang sudah terbungkus rapi dipajang di depan kios-kios penjual parsel.
Sejumlah pedagang masih terlihat sibuk menyusun barang-barang untuk dijadikan parsel, ada juga yang sibuk membungkus parsel dengan plastik bertuliskan selamat Hari Raya Idul Fitri.
Salah satunya, Sogiman (62).
Kedua tangan pria yang sudah sejak 1985 berdagang parsel itu sibuk menyusun parsel di atas kerangka kayu.
Sogiman menyusun aneka makanan ringan dengan menggunakan cairan lem lilin dari alat tembak.
"Buat nyusun ini pakai alat tembak lilin. Tidak sampai itungan menit, barang langsung menempel," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, Sabtu (16/5/2020).
Namun, siang itu, kesibukan Sogiman hanya menyusun parsel. Belakangan, ia jarang meladeni pelanggan yang datang.
Pendapatannya pun merosot lumayan besar hingga 80 persen.
"Gede pengaruhnya sekarang ini, pahit, " lanjutnya.
Pembeli yang datang ke kiosnya juga bisa diitung jari. Satu, dua orang rata-rata dalam sehari. Paling mentok lima orang per hari.
Keadaan ini jauh berbeda dari tahun sebelumnya, banyak perusahaan yang memesan parsel kepadanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/parsel-barito.jpg)