Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Jadi Pusat Keramaian saat PSBB, 4 Toko Busana di Tangerang Ditutup Paksa Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Tangerang menutup sementara empat toko busana.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
ISTIMEWA
Petugas Satpol PP Kota Tangerang yang menggeruduk salah satu pusat perbelanjaan busana di Kota Tangerang yang tidak menerapkan physical ditancing, Minggu (18/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Tangerang menutup sementara empat toko busana.

Keempatnya ditutup lantaran melanggar protokol kesehatan soal physical distancing dan dianggap mengundang massa secara masif.

Kepala Bidang Gakumda pada Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menerangkan penutupan empat toko busana dikarena pengelola tidak mengindahkan Peraturan Wali Kota soal Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

"Yang bersangkutan bukan menjual kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari, dan melanggar protokol kesehatan tentang physical distancing, sehingga melanggar PSBB," kata Ghufron saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020).

PT Angkasa Pura II Bersiap Hadapi Kondisi Normal yang Baru, Petugas Dipersiapkan Seragam Khusus

Empat toko busana yang ditutup sementara adalah Ria busana dan Toko Ananda, baik yang berada di kawasan Kecamatan Tangerang maupun Kecamatan Ciledug.

"Semuanya kami tutup sementara sesuai prosedur yang berlaku," sambung Ghufron.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Sanksi tersebut tertuang di dalam peraturan Walikota Tangerang Nomor 29 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dalam penanganan Covid-19 di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan physical distancing.

Kebakaran di Lapak Mebel Klender Jakarta Timur, Damkar Kerahkan 50 Personel

"Selain itu untuk memberikan kepastian hukum pemberian sanksi serta optimalisasi PSBB dalam mencegah bertambahnya angka penyebaran," jelas Arief dalam keterangannya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved