Penggerebekan Gang Royal

Ini Peran 4 Tersangka yang Diringkus dari Lokalisasi Gang Royal Penjaringan Jakarta Utara saat PSBB

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam penggerebekan lokalisasi Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara, di tengah penerapan PSBB.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam penggerebekan lokalisasi Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara, di tengah penerapan PSBB terkait pencegahan Covid-19.

Empat orang yang diduga menjalankan praktik prostitusi anak di bawah umur tersebut masing-masing berinisial R, UP, AJ, dan RD.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, keempat tersangka memiliki peran berbeda dalam kasus ini.

R dan UP berperan sebagai tersangka yang menyewakan kamar-kamar prostitusi.

Kamar-kamar tersebut berada di dalam lima kafe yang digerebek polisi dini hari tadi.

Spoiler Manga One Piece Chapter 980: Wujud Yamato dan Amukan Monkey D Luffy, Ini Jadwal Rilisnya

"Dia bukan pemilik tapi dia yang menyewakan tempat dan dia mendapatkan bayaran Rp 25.000 sekali kamar itu digunakan," jelas Budhi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (20/5/2020).

Tersangka AJ berperan sebagai orang yang menyewa salah satu anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai pekerja seks Gang Royal.

Meskipun AJ hanyalah seorang pelanggan, fakta bahwa ia menyetubuhi anak di bawah umur diduga melanggar undang-undang perlindungan anak.

"Tersangka AJ kedapatan sedang berhubungan badan dengan anak di bawah umur. Kita kenakan undang-undang perlindungan anak," kata Budhi.

Sementara itu, tersangka RD berperan menawarkan PSK kepada lelaki hidung belang pengunjung Gang Royal.

RD mendapatkan upah setiap kali ada PSK yang berhasil ia tawarkan kepada pengunjung.

"Joki ini juga kami tetapkan sebagai tersangka. Jadi ada empat tersangka yang kami tetapkan dalam pelanggaran tindak pidana," jelas Budhi.

Idulfitri 1441 H, Masjid Al-Azhom dan Masjid Al Ijtihad Kota Tangerang Tidak Menggelar Salat Id

Akibat perbuatannya, keempat tersangka dijerat pasal 76 jo 83 UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 2 ayat 1 dan 2 UU nomor 1 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

"Terhadap mereka ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," ucap Budhi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved