Sempat Cekcok dengan Habib Umar Assegaf, Oknum Satpol PP Minta Maaf Hingga Dihadiahi Umrah
Habib Umar Assegaf memberikan hadiah umroh untuk Asmadi anggota Satpol PP Surabaya setelah keduanya saling memaafkan
Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Asmadi, anggota Satpol PP Surabaya yang sempat saling berseteru dengan Habib Umar Assegaf asal Bangil Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) mendapat berkah.
Setelah meminta maaf kepada sang habib, pria itu dihadiahi ibadah umrah oleh Habib Umar Assegaf.
Habib Umar Assegaf memberikan hadiah umrah untuk Asmadi anggota Satpol PP Surabaya setelah keduanya saling memaafkan.
Asmadi sempat terlibat cekcok dan adu fisik di pos pemeriksaan PSBB Tol Satelit Surabaya, Rabu (20/05/2020) lalu.
Kasus antara anggota Satpol PP Surabaya bernama Asmadi dengan Habib Umar Assegaf kini berakhir damai.
Keduanya sepakat melakukan islah dan saling memaafkan.
Asmadi tampak didampingi Kapolres Pasuruan dan perwakilan dari Polda Jatim, mendatangi rumah Habib Umar Assegaf untuk meminta maaf.
Video detik-detik keduanya berdamai pun diposting di akun Twitter @dpplif dan @abubakarasegaf.
Asmadi, sambil memangis dan mencium tangan Habib Umar, menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan karena sempat tersulut emosi pada saat itu.
“Minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada saat itu saya khilaf, dan apa yang disampaikan Habib saya sedang kecapekan, jadi saya sebagai manusia biasa, saya minta maaf dari hati yang paling dalam,” kata Asmadi sambil mencium tangan Habib Umar Assegaf.
Usai Asmadi meminta maaf, Habib Umar Assegaf kemudian langsung memeluknya dan keduanya berpelukan dengan erat.
Sementara di akun Twitter @abubakarasegaf, Asmadi menjelaskan kalau ia memiliki beban yang berat di lapangan sehingga terbawa emosi.
"Saya penuh khilaf, karena begitu Covid-19 di Jawa Timur sudah didengungkan, saya hanya 4 km dengan orangtua saya, tapi saya dengan Abah saya belum pernah ketemu sampai sekarang, karena adik-adik saya melarang saya ketemu dengan Abah saya karena umurnya sudah rentan.
Jadi mohon maaf Bib, mungkin itu juga yang jadi tanggungan dan beban saya sehingga beban saya terlalu berat.
Jadi sekali lagi saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam.
Semoga Habib dan keluarga memaafkan saya," kata dia.
Kemudian, Habib Umar Assegaf pun meminta setelah ini tak ada reaksi apapun dan saling hujat lagi.
"Jangan sampai ada reaksi apapun, di sini sudah damai, beliau sudah datang meminta maaf, dan saya lebih minta maaf dulu.
Sama-sama minta maafnya, sudah pelukan dan untuk bukti di sini saya pelukan lagi, mudah-mudahan diampuni dosanya ya semua yang ada di sini," kata dia.
Rupanya pada momen perdamaian itu, Ustaz Ahmad Al Habsyi melakukan siaran langsung di Instagramnya.
Ia memberikan hadiah umroh untuk Asmadi.
“Dan sebagai tanda rasa syukur saya sama Allah, terjadinya islah, antum saya hadiahkan umroh,” kata Ustaz Ahmad Al Habsyi.
“Aamiin, Alhamdulillah,” kata Asmadi yang berada di sambil Habib Umar Assegaf.
“Nanti berangkat bareng Ana, mudah-mudahan jadi jalan hidayah buat Antum dan semuanya, ini sebagai bentuk Ana kepada Habib Umar Assegaf, ingin turun langsung,” kaya Ustaz Ahmad Al Habsyi lagi.
“Aamiin,” kata Habib Umar Assegaf sambil terenyum.
Hal itu juga disampaikan di akun Twitter @abubakarasegaf.
Ustadz Ahmad al-Habsyi ikut ngelive proses Islah tadi,
serta menyampaikan supportnya & memberi hadiah umroh kepada bpk Asmadi (Satpol PP) yg telah meminta maaf kpd Habib Umar Assegaf," tulisnya.
Sudah berdamai
Habib Umar Assegaf dan anggota Satpol PP yang sebelumnya terlibat cekcok di pos check point PSBB di exit tol Satelit, Surabaya, kini sudah berdamai.
Awalnya, Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan bersilaturahmi ke kediaman Habib Umar Abdullah Assegaf di Bangil, Pasuruan.
Setelah adanya pertemuan tersebut, Habib Umar Assegaf bersedia menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai.
Pihaknya juga sudah memaafkan atas perlakuan yang diterimanya pada Rabu (20/5/2020) lalu itu.
Mediasi Dijembatani Polda Jatim
Dikutip dari Surya.co.id, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mediasi tersebut dijembatani oleh Polda Jatim.
Upaya yang dilakukan pihaknya tersebut untuk menciptakan situasi aman dan kondusif saat bulan Ramadhan.
"Kedua pihak akan saling memaafkan dan bermediasi untuk situasi aman dan kondusif serta nyaman di Jatim," ujarnya di Mapolda Jatim, Jumat (22/5/2020).
Terjadi Kesalahpahaman
Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, kedua belah pihak sedang menahan diri untuk tidak bertindak secara reaksioner.
Kedua pihak telah menyadari bahwa peristiwa tersebut murni sebagai kesalahpahaman.
"Masing-masing masih menahan diri karena adanya kesalahpahaman ini."
"Harapannya di bulan Ramadan yang yang penuh berkah ini saling memaafkan," jelasnya, dikutip dari TribunJatim.com, Jumat.
• Tenaga Medis Tim Gugus Tugas Covid-19 Ditembak KKB, Korban Hendak Antar Obat, Satu Orang Tewas
• Lebaran 2020, Omzet Pedagang Kue di Pasar Mester Jatinegara Ikut Terdampak Covid-19
• Wakil Ketua DPR Soroti Wilayah yang Gagal Terapkan PSBB
• Contoh Naskah Khutbah Sederhana untuk Salat Idul Fitri di Rumah, Lengkap Dengan Bacaan Suratnya
• Ketua Dewan Masjid Indonesia DKI Harapkan Warga Jakarta Salat Idul Fitri di Rumah
Pendekatan pada Satpol PP
Masih dikutip dari laman yang sama, Trunoyudo menambahkan, pihaknya proaktif menjembatani upaya komunikasi antar kedua belah pihak untuk mencapai solusi damai.
"Sejauh ini sudah dilakukan kepada Habib Umar Abdullah Assegaf itu sudah dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kapolres Pasuruan."
"Kemudian, pihak Satpol PP kota kami juga sudah melakukan pendekatan melalui Kapolrestabes Surabaya," terangnya.
Tak Ada yang Lapor Polisi
Dikutip dari Kompas.com, Kombes Trunoyudo mengatakan, tidak ada laporan terkait keributan yang melibatkan Umar Abdullah Assegaf dan petugas PSBB di Surabaya.
Menurutnya, pihak Habib Umar Assegaf dan petugas PSBB ingin saling memaafkan.
"Tidak ada laporan, kedua pihak saling menahan diri dan kami berharap akan saling memaafkan, apalagi ini bulan Ramadhan," kata Trunoyudo, Jumat.
Ia berharap kedua pihak mengambil hikmah atas peristiwa ini, serta menjadi contoh bagi masyarakat untuk patuh pada aturan PSBB.
"Karena tujuan masyarakat dan aparat sama, yakni sama-sama memutus rantai penularan Covid-19," jelasnya. (Tribunnews.com/Surya/TribunJatim)