Virus Corona di Indonesia

Tidak Ada Angkutan Lebaran, Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Tahun ini Cuma 18 Persen

Bandara Soekarno-Hatta pada Idul Fitri 1441 H tahun ini tidak menyelenggarakan angkutan lebaran karena Pandemi Covid-19

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (23/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bandara Soekarno-Hatta pada Idul Fitri 1441 H tahun ini tidak menyelenggarakan angkutan lebaran karena Pandemi Covid-19.

Hal tersebut termaktub dalam Keputusan itu setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Akibatnya, jumlah penerbangan atau aktivitas pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mengalami penurunan drastis pada masa Lebaran 2020.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, penerbangan di hari Lebaran 2020 hanya ada sekira 18 persen bila dibandingkan dengan jumlah penerbangan saat hari normal sebelum Pandemi Covid-19.

"Rata-rata pergerakan penerbangan di Soetta dalam dua minggu hanya di angka 150 sampai 200 penerbangan saja. Itu artinya hanya 16 sampai 18 persen saja dari rata-rata harian," kata Awaluddin di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (23/5/2020).

Jelang Lebaran, Anies Baswedan Apresiasi Tim Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19

Sindiran dan Aksi Dukung Petugas Medis, Protes Banyak Warga Keluar Rumah & Pergi ke Mal Saat Pandemi

Padahal, lanjut Awaluddin, rata-rata pergerakan pesawat perharinya pada waktu normal bisa sampai 1.200 pernerbangan setiap hari.

Hal serupa juga terjadi di pada jumlah pergerakan penumpang yang datang dan pergi di Bandara Soekarno-Hatta pada masa pandemi Covid-19 terutama pada Lebaran 2020.

Awaluddin menerangkan pada masa pandemi ini hanya ada sekira 4.000 sampai 5.000 penumpang menjelang Idul Fitri 1441 H.

"Dalam sehari situasi ini hanya sekira berangkat aja ada 3.000-4.000 orang saja. Bayangkan kalau normal apa lagi Lebaran kayak biasa sangat tinggi, bisa 110 ribu sampai 150 ribu penumpang," jelas Awaluddin.

Menurutnya penurunan penumpang dikarenakan warga yang sudah mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Tangerang raya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved