Penerapan PSBL Sudah Benar Tapi Anies Tetap Teruskan PSBB, Analisis Pakar: Warna Zona Bisa Salah

Pakar Epidemologi UI Pandu Riono mengatakan, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Lokal ( PSBL) seharusnya diterapkan di seluruh wilayah Jakarta.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan sepanjang Jalan yang mengarah ke Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6/2020) sore. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pakar Epidemologi Universitas Indonseisa (UI) Pandu Riono mengatakan, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Lokal ( PSBL) seharusnya diterapkan di seluruh wilayah DKI Jakarta. 

Diketahui, jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menetapkan sejumlah wilayah untuk melakukan lockdown Lokal.

Wilayah yang diwajibkan melakukan PSBL antara lain wilayah-wilayah yang berstatus zona merah.

Menurut Pandu Riono, penetapan zona merah penyebaran Covid-19 bisa saja tak akurat.

Maka dari itu ia mengatakan PSBL harusnya diterapkan di semua wilayah Jakarta.

Menurutnya zona merah dalam satu wilayah tidaklah tetap dan bisa berubah-ubah.

Ia juga mengatakan warna zona yang ditetapkan di wilayah tertentu bisa saja salah.

Siap Keluar Rumah Lagi? Catat Protokol New Normal di Swalayan, Pasar, Sekolah hingga PKL di Bekasi

"(PSBL) di semua wilayah, karena zona tidak menetap, bisa berubah-ubah. Warna zona bisa salah," ujar Pandu dikutip TribunJakarta dari Kompas.com, Rabu (3/6/2020).

Menurut Pandu, Jakarta memang sebaiknya mulai memasuki masa transisi dengan menerapkan pembatasan sosial berskala komunitas, seperti di tingkat RT/RW.

Dalam pembatasan tersebut, masyarakat bisa dilibatkan untuk berinisiatif membatasi dan mengawasi aktivitas di lingkungannya demi mengurangi risiko penularan Covid-19.

Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan sepanjang Jalan yang mengarah ke Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6/2020) sore.
Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan sepanjang Jalan yang mengarah ke Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6/2020) sore. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Di sisi lain, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga harus terus berlanjut karena Jakarta belum bebas dari penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

"Kita sebaiknya meneruskan PSBB dan masuk transisi pembatasan sosial berbasis komunitas dengan pengurangan pembatasan secara bertahap," kata Pandu.

Diwartakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan PSBL di 62 RW zona merah.

Misteri Kematian Juragan Kulit Tewas Membusuk di Gudang, Sudah Bertahun-tahun Tak Pulang ke Rumah

Karantina lokal bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved