Antisipasi Virus Corona di DKI

Tiru DKI Jakarta, Kota Bekasi Perpanjang PSBB Dengan Tetap Usung New Normal

Perpanjangan PSBB ini berkaitan juga dengan kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Kamis, (4/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah diperpanjang tetapi dengan tetap mengusung adaptasi new normal.

"Kalau PSBB-nya tentunya diperpanjang karena virusnya masih ada, hanya namanya PSBB nya saat ini sudah beradaptasi dengan new normal dengan tatanan baru," kata Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Kamis, (4/6/2020).

Penerapan PSBB di Kota Bekasi sendiri sudah berjalan beberapa tahap sejak dimulai pertama kali pada, 15 Maret 2020 lalu dan berakhir hari ini Kamis, 4 Mei 2020.

"Kita atur fase-fasenya (new normal), pertama berkenaan dengan pelonggaran yang sudah kita lakukan dengan berjalan itu seiring," jelasnya.

Perpanjangan PSBB ini berkaitan juga dengan kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sama-sama memperpanjang PSBB dengan konsep transisi.

"Ya kita ikutin DKI-lah, kita copy paste sampai tanggal 18 Juni, biar lebih smooth, lebih aman
Karena kita memang kita dekat sama DKI," terangnya.

Rahmat menjelaskan, PSBB lanjutan dengan tetap mengusung penerapan new normal ini mulai berlaku besok, Jumat, (5/6/2020) sampai Kamis, (18/5/2020) mendatang.

"Jadi kita minta tanggal 5 (Juni) sampai tanggal 18 (Juni) kan sama 14 hari juga," terangnya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini menegaskan, penerapan new normal belaku secara bertahap, dia tidak merinci secara detail tahapan-tahapan yang dimaksud.

Tapi yang jelas, sejak kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bekasi pada, Selasa, (26/5/2020) lalu, Pemerintah Kota Bekasi telah menerapkan simulasi new normal.

Tempat-tempat usaha berisiko kecil boleh beroperasi, rumah makan atau restoran sudah diperbolehkan melayani makan di tempat dan mengizinkan tempat ibadah menggelar kegiatan keagamaan.

"Tadi kita ngumpulin pengusaha hiburan tuh sama pariwisata, kita sudah jelaskan satu satu seiring berjalan waktu. Kalau ada hal-hal sanksi kita evaluasi kita sesuaikan," jelasnya.

Jadi YouTuber Nomor 1 Berkat Konten Bantu Rakyat Kecil, Baim Wong: Sebenarnya Saya yang Butuh Mereka

Perjalanan Si Cobra Kembali ke Timnas Indonesia, Penyembuhan Cedera, Antusias Dilatih Shin Tae-yong

Besok, Masjid KH Hasyim Asyari Akan Kembali Laksanakan Salat Jumat 

Di menegaskan, untuk mal dan tempat hiburan malam atau usaha yang memiliki risiko penularan tinggi seperti panti pijat sejauh ini belum dapat beroperasi.

"Mal belum buka dulu, kecuali di dalam tempat ada (tenat) rumah makan, mal yang di dalamnya ada apa. Kalau mal secara keseluruhan itu belum, kekhwatiran jadi exodus (orang dari luar Kota Bekasi main ke mal di Bekasi) bagi kita," terangnya

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved