Virus Corona di DKI

Anak Rentan Terpapar, Anggota Komisi X DPR Minta Pendidikan Serius Diperhatikan Selama Pandemi

Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan meminta tatanan new normal di sektor khusus harus serius diperhatikan.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi pribadi
Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan menilai kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka di masa pandemi Covid-19 belum tepat diterapkan.

Karena, saat ini masa pandemi Covid-19 belum selesai.

Sehingga risiko anak terpapar Covid-19 sangat tinggi.

"Masa pandemi Covid-19 belum selesai. Pembelajaran tatap muka sangat rentan anak terpapar Covid-19," tegas Debby Kurniawan di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Kendati pemerintah melakukan pemetaan penerapan sistem belajar dengan tatap muka.

Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, pembelajaran tatap muka dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah hingga pendidikan tinggi (Dikti) sama-sama memiliki potensi tinggi terinfeksi Covid-19.

"Semua rentan terpapar Covid-19, dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi. Jadi jangan kemudian pembelajaran tatap muka bisa diperbolehkan di jenjang menengah atau di perguruan tinggi," terangnya.

Anggota DPR dari Dapil Jatim X Gresik-Lamongan ini menuturkan, penerapan tatanan new normal di sektor khusus harus serius diperhatikan.

Namun tidak untuk sektor pendidikan. "Oke pemerintah akan menerapkan tatanan new normal di sektor-sektor tertentu. Tapi tidak untuk sektor pendidikan, apalagi memberlakukan pembelajaran tatap muka," katanya.

Lebih jauh Debby mengungkapkan, pendidikan selama masa pandemi Covid-19 belum maksimal dilakukan.

Terbukti dari hasil evaluasi pendidikan berbasis daring yang masih karut marut.

Tidak sedikit peserta didik belum mendapatkan akses jaringan internet.

Kemudian, sistem belajar melalui program TVRI, masih ujar Debby, tidak semua peserta didik mendapat kesempatan belajar sesuai jenjang pendidikannya.

"Indikator keberhasilan belajar berbasis daring masih belum jelas. Belajar selama pandemi corona masih kacau balau, program belajar melalui TVRI juga tidak semua siswa tercover program ini," bebernya.

Debby berharap, pemerintah lebih hati-hati pada penerapan tatanan new normal pada sektor pendidikan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved