Usai Telan Excimer Tiga Butir dan Dirudapaksa Tujuh Pria, Gadis Asal Serpong Utara Mengalami Hal Ini

Sebelum dirudapaksa, OR juga sempat meminum tiga butir pil excimer, semacam obat penenang, hingga mabuk.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
Kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Kapolsek Pagedangan, AKP Efri, mengungkap fakta baru terkait kasus tewasnya OR (16) gadis asal Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, OR tewas pada Kamis (11/6/2020). Sekira dua pekan sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (18/4/2020), OR dirudapaksa oleh tujuh pria, di bilangan Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Sebelum dirudapaksa, OR juga sempat meminum tiga butir pil excimer, semacam obat penenang, hingga mabuk.

Efri mengatakan, usai ketujuh pria melakukan aksi bejatnya, OR sakit dan tubuhnya lemas.

Bahkan Efri menyebut OR sempat pincang dan menjadi cadel.

"Yang jelas pasca kejadian itu korban mengalami sakit seperti lemas, cadel kemudian jalannya pincang-pincang. tapi kalau pastinya itu harus dibuktikan oleh ahli," ujarnya.

Mall di Kota Depok Kembali Beroperasi Besok, Kapasitas Dibatasi Hanya 50 Persen

Heboh Pesta Pembukaan Tempat Hiburan Holywings Bekasi di Tengah Pandemi Covid-19

Namun Efri belum bisa memastikan bahwa excimer ataupun rudapaksa tersebut sebagai penyebab tewasnya OR.

Terlebih jarak waktu peristiwa dengan meninggalnya OR cukup lama.

"Ya saya belum bisa memastikan. itu harus ada ahli yang bisa memeriksa," ujarnya.

Diketahui, tujuh pria itu adalah FF, SU, DE, AN, RI, DR dan DK.

Keempat inisial pelaku yang disebutkan pertama sudah tertangkap, sedangkan RI, DR dan DK masih dalam pengejaran.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved