Timnas
Shin Tae-yong Kritik Peras PSSI: Visi Berubah, Sulit Maju, dan Gaji Telat Dibayar
Shin Tae-yong juga menyinggung Indonesia yang tak setia pada visi dan misi yang sudah disepakati
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Suharno
"Kami sudah menanyakan konfirmasi apakah benar statement itu siapa tau di Korea sana kan nggak tahu berita atau media yang mana apalagi bahasanya Korea," tutur Yunus Nusi.
"Kami nggak tahu apakah itu langsung dari Shin Tae-yong maka kami tidak akan mengklarifikasi selama belum ada statement langsung dari Shin Tae-yong kepada federasi."
"Setelah ini kami langsung serahkan kepada tim ada timnya yang menangani. Tim ini akan langsung tanyakan ke Shin Tae-yong tentang berita-berita itu yg terjadi di Korea," katanya.
4. Bicara terkait keterlambatan gaji
Meski sudah terbayarkan gajinya, Shin Tae-yong menyebut kalau haknya tersebut dipangkas dengan alasan pandmi virus corona.
Namun, mantan juru taktik timnas Korea Selatan itu memahami karena situasi pandemi.
"Memang gaji dipotong 50 persen, tetapi bisa mengerti karena keadaan COVID-19," kata Shin Tae-yong seperti dilansir oleh BolaSport.com dari Naver Sports, 18 Juni 2020.
• Rindu Anak, Seorang PSK Culik Anak Kecil: Dibawa Melayani Tamu, Diperlakukan Begini Jika Tak Menurut
• Tangani Perkara Petinggi Sunda Empire, Jaksa Buat Pengakuan: Baru Kali Ini Dakwaannya Seunik Ini
• Sebelum Tewas Diduga Bunuh Diri, Pemuda Asal Serpong Tangsel Hendak Melamar Kerja
Padahal, Shin Tae-yong secara pribadi telah menyumbang 20.000 USD atau sekitar 280 juta rupiah untuk membantu penanganan virus corona di Indonesia.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut menjelaskan gaji yang dibayarkannya 50 persen itu, beberapa ada yang mengalami keterlambatan pembayaran.
"Gaji bulan April terlambat setengah bulan, gaji bulan Mei terlambat 10 hari, gaji bulan Juni tepat waktu," ujar Shin Tae-yong. (Bolasport)