Info Kesehatan
Jangan Dipaksa! Begini Cara Atasi Anak yang Susah Pakai Masker
Menghadapi masa new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19) membuat setiap orang diharuskan memerhatikan protokol kesehatan.
"Anak bisa jadi nangis lah, atau merajuk lah, hingga akhirnya orangtua menuruti permintaan anak, nah itu salah," ungkapnya.
Prita mengungkapkan orangtua harus konsisten menyampaikan aturan.
"Yang penting orangtua konsisten, sampaikan jika ini aturannya, kalau nangis ya tinggalkan," ujar Prita.
• Tak Pakai Masker Saat Belanja di Pasar Tradisional, Siap-siap Diusir Petugas
Menurutnya, jika anak menangis atau merajuk kemudian dituruti, maka anak akan menjadi belajar jika menangis atau merajuk dapat memberikan apa yang diinginkannya.
"Ini sama seperti dengan penerapan aturan baru, yang paling penting disampaikan reasoning-nya (alasan)," ungkapnya.
Orangtua dapat menjelaskan dengan berbagai bantuan media.
"Untungnya sekarang sudah banyak video, kartun-kartun, yang bisa menunjukkan seberapa bahanya virus ini, sambil diterangin, ibu bapaknya nemenin," ungkap Prita.
"Sampaikan ke anak 'tuh kalau sampai cuci tangan tidak benar kumannya masih loh'," ungkap Prita.
Orangtua Jangan Stres
Prita juga mengungkapkan, orangtua yang memiliki anak kecil harus bisa mengontrol psikisnya.
Stres adalah hal yang perlu dihindari oleh para orangtua di masa pandemi ini.
"Kalau kita stres, maka imun bisa menurun," ujar Prita.
Apalagi, stres yang dialami orangtua bisa dilihat oleh anak.
"Kadang-kadang anak jadi tegang kalau lihat orangtua tegang, anak jadi cemas kalau lihat orangtuanya cemas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prita mengungkapkan keluarga harus senantiasa menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/masker2222.jpg)