Breaking News:

Hingga Mei 2020, Kasus DBD di Kota Bekasi Capai 684 Orang

Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi dari Januari hingga Mei 2020 tercatat sebanyak 684 orang.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Warga lakukan fogging guna mengantisipasi penyebaran DBD di lingkungan RW35, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Senin, (22/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi dari Januari hingga Mei 2020 tercatat sebanyak 684 orang.

Angka ini menurun jika dibanding tahun lalu.

Kabid Pegendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, jika dibanding tahun lalu di rentang waktu yang sama, kasus DBD sebanyak 701 orang.

"Cenderung menurun jika ditotal lima bulan pertama tahun lalu dengan lima bulan pertama tahun ini, memang penurunan sedikit tetapi itu artinya tidak ada peningkatan yang signifikan," kata Dezy saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).

Lebih rinci Dezy menjelaskan, kasus tertinggi penyakit DBD tahun ini terjadi pada April 2020. Di mana jumlah kasusnya mencapai 178 orang.

"Januari ada 75 kasus, Februari ada 97 kasus, Maret 165, April 178 dan Mei 169 kasus," paparnya.

Dari jumlah kasus itu, wilayah paling banyak ditemukan penyebaran penyakit DBD terjadi di Kecamatan Bekasi Utara, disusul Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Jatiasih.

Faktor penyebab DBD tidak lain lingkungan pemukiman yang kurang bersih, ditambah faktor dampak banjir yang kerap meninggalkan genangan.

"Kalau musim hujan memang begini, Januari, Februari-kan musim banjir di situ sudah mulai kasusnya (DBD), dari sedikit terus bertambah," ungkapnya.

Dezy menambahkan pihaknya memang tengah disibukkan dengan penanganan dan penyebaran Covid-19 pada lima bulan terakhir.

Dalam Kondisi Berlumuran Darah Hingga Jari Terputus, Frangky Coba Kabur dari Anak Buah John Kei

Serma Rama Gugur Saat Misi Perdamaian di Kongo, Tangis Istri Kenang Video Call Sebelum Diserang

Secara beriringan, kedua penyakit itu rupanya menjadi momok yang mengintai kesehatan masyarakat di tahun 2020 ini.

"Tapi Alhamdulillah saya sudah lihat datanya agak menurun di Juni ini juga menurun walaupun belum habis bulannya, mudah-mudah terus turun baik DBD dan Covid-19nya," ungkap Dezy.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved