Serma Rama Gugur Saat Misi Perdamaian di Kongo, Tangis Istri Kenang Video Call Sebelum Diserang

Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI-AD asal Kodam I/BB gugur dalam misi perdamaian di Republik Demoktik Kongo. Istri menangis kenang video call terakhir.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
HO/tribun medan
Serma Rama Wahyudi saat berdinas sebagai prajurit TNI-AD. Istri dan kakak kenang sosok almarhum. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI-AD asal Kodam I/BB gugur dalam misi perdamaian di Republik Demoktik Kongo.

Serma Rama Wahyudi gugur setelah konvoi kendaraan serpas dan resupply Kontingen Indonesia ditembaki separatis, Senin (22/6/2020) malam.

Rama Wahyudi merupakan prajurit TNI Angkatan Darat dari Detasemen Peralatan (Denpal) 1/4 Pekanbaru.

Dikutip dari Kompas.com, rumah mertua Serma TNI Rama Wahyudi diselimuti suasana duka di Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (24/6/2020).

Sejumlah karangan bunga dukacita tampak berderet di pinggir jalan depan rumahnya.

Ucapan belasungkawa mengalir mulai dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Korem 031/Wira Bima, Komandan Kodim 0313/Kampar Letkol Inf Aidil Amin dan yang lainnya.

Istri almarhum Serma Rama Wahyudi, Anita (36) saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya di Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (24/6/2020).
Istri almarhum Serma Rama Wahyudi, Anita (36) saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya di Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (24/6/2020). (KOMPAS.COM/IDON)

Istri almarhum Wahyudi, Anita (36) terlihat sedang duduk di sofa depan rumah.

Air mata berlinang di wajah Anita.

Dia teramat sedih dengan kepergian suami tercinta.

Sesekali ia mengusap air matanya dan berusaha untuk tegar menghadapi musibah itu.

Anita sambil mengenakan mukena ditemani beberapa keluarganya.

Ia pun bersedia diwawancarai Kompas.com yang datang ke rumah duka, Rabu siang.

Video call sebelum penyerangan

Anita menceritakan, sebelum mendapat kabar suaminya meninggal, ia sempat berkomunikasi lewat video call.

"Senin malam itu kami video call sebelum pukul 22.00 WIB. Sebelum tidur, saya sama anak-anak pasti video call dulu. Biasa tanya kabar dan sebagainya," kata Anita.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved