Breaking News:

Info Kesehatan

Kurang Konsumsi Air Putih Bisa Buat Kecemasan Meningkat? Ini Penjeasan Dokter

Diana mengungkapkan, studi menunjukkan bahwa dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif dan memengaruhi suasana hati (mood) seseorang.

freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Saat era new normal, beberapa individu menuturkan dirinya mengalami kecemasan yang meningkat. 

Namun, tak banyak diketahui jika sebenarnya gangguan kecemasan ini bisa terjadi karena kurangnya asupan cairan atau hidrasi. 

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, menuturkan gangguan fungsi kognitif manusia dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kondisi lingkungan, dan faktor internal seperti kondisi dalam tubuh.

"Kondisi tubuh yang tidak normal, seperti dehidrasi, dapat memperparah tingkat kecemasan seseorang sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup mereka," ujar Diana, Kamis, (25/6/2020).

Sayangnya, data menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang dewasa, serta 1 dari 5 anak dan remaja di Indonesia nyatanya masih belum secukupnya memenuhi kebutuhan hidrasi mereka.

Diana mengungkapkan, studi menunjukkan bahwa dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif dan memengaruhi suasana hati (mood) seseorang.

"Padahal fungsi kognitif memegang peranan penting dalam mengatur persepsi, cara berpikir, kemampuan mengingat, dan merasakan emosi.

Diana menegaskan, 75 persen otak manusia terdiri dari air, apabila tubuh kehilangan sedikitnya 2 persen saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh kita, termasuk otak.

"Akibat dari fungsi kognitif dan mood yang terganggu, seseorang akan merasa konsentrasinya menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah cemas dan tegang,” ujar Diana.

Untuk itu, dr. Diana menekankan pentingnya memerhatikan frekuensi minum air demi menjaga kelancaran fungsi otak dan memelihara kesehatan tubuh.

Adapun Praktisi Mindfulness dan Emotional Healing Adjie Santosoputro menjelaskan, pentingnya untuk menyeimbangkan asupan air dan nutrisi, serta mengelola pikiran dengan baik untuk mengurangi rasa cemas berlebihan.

“Pada prinsipnya, sebelum mengolah jiwa, kita tentu perlu memenuhi semua kebutuhan dasar fisik terlebih dahulu. Jika tubuh mengalami ketidakseimbangan, seperti dehidrasi, maka kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk kondisi emosional tentu terganggu,” ujar Adjie.

Adjie menyampaikan, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan rasa cemas, salah satunya dengan memahami konsep mindfulness.

Mindfulness adalah melatih pikiran agar sadar secara penuh dan hadir secara utuh di sini-kini. Tubuh di sini, pikiran juga beristirahat di sini, bukan mengembara ke masa depan.

“Menjadi mindful akan membantu kita tidak hanya meningkatkan fokus pikiran dan menjaga emosi, tapi juga menciptakan hidup yang lebih bahagia dan tenang,” jelasnya. 

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved