Breaking News:

Kader PDIP Protes Benderanya Dibakar

Tri Adhianto Sebut Aktor Intelektual Pembakaran Bendera PDIP Wajib Diusut

Ketua DPR PDI Perjuangan Bekasi, Tri Adhianto, menyebutkan, aktor intelektual kasus pembakaran bendera partainya wajib diusut.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Massa PDIP gelar aksilongmarch dari kantor DPC PDIP Kota Bekasi menuju Mapolres, Jumat, (26/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Koya Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, aktor intelektual kasus pembakaran bendera partainya wajib diusut.

"Proses yang ada dilaksanakam sesuai dengan hukum, jadi itu saya kira harus di jadi tagline-ny mencari aktor intelektual terkait dengan pembakaran dari pada bendera PDIP," kata Tri saat dijumpai di Bekasi Utara, Jumat, (27/6/2020).

Pria yang menjabat Wakil Wali Kota Bekasi menambahkan, partai selama ini adalah garda terdepan yang menerjemahkan nilai-nilai pancasila.

PDIP menurut dia, tidak mungkin memiliki agenda menghilangkan atau bahkan mengganti dasar negara yang sudah disepakati para pendiri bangsa.

"Pancasila itu sudah menjadi dasar kehidupan dan itu sudah bagian dari ajaran Bung Karno, jadi tidak akan pernah PDIP akan menghilangkan pancasila," tegas dia.

Dia juga menghimbau kepada seluruh kader PDIP di Kota Bekasi agar tetap berada di jalur yang sudah diamanatkan pimpinan pusat.

Jangan sampai, kasus pembakaran bendera yang sudah merendahkan panji kebesaran partai, membuat kader melakukan aksi di luar koridor hukum.

"Kita buktikan partai kita adalah partai disiplin kemudian memegang teguh apa yg sudah menjadi perintah garis partai," ucap Tri.

"Menjadi partai yang tertib, terorganisir dan tentunya partai yang terus dekat dengan masyarakat," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, massa PDIP Kota Bekasi menggelar longmarch dari Kantor DPC PDIP Kota Bekasi ke Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Jumat, (26/6/2020).

Aksi ini bertujuan untuk melaporkan kasus pembakaran bendera PDIP oleh massa unjuk rasa tolak RUU-HIP di DPR-RI.

Kepolisian Kota Bekasi menerima laporan tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko turun langsung menemui massa usai laporan diterima.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved