Breaking News:

Curiga Bau Menyengat, Warga Pancoran Mas Temukan Tetangganya Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah

Penemuan korban, bermula dari kecurigaan tetangga sekitar berinisial LI yang mendapati darah di aliran pembuangan air dekat rumah korban.

Tribunnews.com/ilustrasi
Ilustrasi gantung diri 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - ES (44) warga Gang Manggis, Rawa Denok, Pancoran Mas, Kota Depok, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di atap rumahnya.

Penemuan korban, bermula dari kecurigaan tetangga sekitar berinisial LI yang mendapati darah di aliran pembuangan air dekat rumah korban.

"Saksi LI awalnya mau belanja, lalu melihat darah yang sudah mengering dengan jumlah banyak di saluran air gang sebelah kanan rumah korban disertai bau busuk, kemudian saksi memberitahukan darah tersebut ke suaminya saksi YW," kata Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Triharjadi, ketika dikonfirmasi TribunJakarta,com, Selasa (30/6/2020).

Lanjut Tri, saksi YW pun kemudian mengecek lokasi yang dilaporkan istrinya tersebut, dan ia pun mendapat darah yang sudah mengering serta bau yang menyengat di aliran pembuangan air dekat rumah korban.

Selanjutnya, saksi YW pun kembali melaporkan hal tersebut kepada saksi AY yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Ke-duanya, memberanikan diri masuk ke dalam rumah korban untuk mencari tahu sumber bau tersebut.

"Setelah kedua saksi masuk rumah korban, tercium bau menyengat dan di ruangan belakang rumah korban ditemukan korban dalam posisi tergantung dengan kondisi tubuh sudah membengkak dan dari tubuh korban sudah mengeluarkan cairan yang menyengat," tambah Tri.

Kemudian, ke-dua saksi pun segera melaporkan temuannya ke petugas Kepolisian setempat, yang langsung mendatangi lokasi kejadian.

Tri menuturkan, hasil pemeriksaan diketahui korban tinggal seorang diri lantaran sudah berpisah dengan istrinya.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan pihak keluarganya pun menolak korban untuk diautopsi.

"Pihak keluarganya menolak untuk diautopsi, dan menganggap kejadian ini sebagai musibah dan meminta untuk segera memakamkan korban," ujarnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved