Sejumlah Kereta Api Jarak Jauh Tetap Beroperasi Hingga 30 Juli 2020, Ini Daftarnya
PT KAI Daop 1 Jakarta tetap mengoperasikan sejumlah kereta jarak jauh hingga 30 Juli 2020
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT KAI Daop 1 Jakarta tetap mengoperasikan sejumlah kereta jarak jauh hingga 30 Juli 2020.
Kereta api jarak jauh ersebut di antaranya kereta api (KA) Tegal Ekspres relasi Stasiun Pasar Senen - Tegal dan KA Bengawan relasi Stasiun Pasar Senen - Purwosari.
Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengatakan telah menjalankan KA Serayu relasi Stasiun Pasar Senen - Kiaracondong - Purwokerto sejak 12 Juni 2020.
"Kemudian disusul dua KA Jarak Jauh lainnya pada 14 Juni 2020," kata Eva, dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2020).
"Sementara perjalanan KA jarak jauh lainnya masih dibatalkan hingga 31 Juli 2020," lanjutnya.
TribunJakarta.com merangkum jadwal KA jarak jauh yang beroperasi di Daop 1 hingga 31 Juli 2020;
1. KA 306 Begawan (Pasar Senen-Purwosari) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.30 WIB.
2. KA 340 Tegal Ekspress (Pasar Senen-Tegal) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 07.40 WIB dan Cikampek pukul 08.56 WIB.
3. KA 322 Serayu (Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 9.15 WIB, Bekasi pukul 09.45 WIB, Karawang pukul 10.19 WIB, dan Cikampek pukul 10.40 WIB.
• Ingat! Mulai Hari Ini Warga Jakarta Dilarang Gunakan Plastik Belanja Sekali Pakai
• Satpol PP Kesulitan Atur Warga yang Tak Pakai Masker di Pasar Gembrong Cempaka Putih
Perjalanan kembali KA reguler ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 7 Tahun 2020.
Yakni tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru.
"Juga mengacu kepada surat edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020, 8 Juni 2020," jelas Eva.
"Yaitu tentang pedoman dan petunjuk teknis pengendalian transportasi perkeretaapian dalam masa adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran Covid-19," tuturnya.