7 Hari Luntang Lantung di Sidoarjo, Terungkap Cara Pembakar Mobil Tahu Lokasi Rumah Via Vallen
Pembakar mobil pedangdut Via Vallen rupanya bukan berasal dari warga setempat. Pije (41) diketahui berjuang keras menemui idolanya.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Rr Dewi Kartika H
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menjelaskan, dari lokasi ditemukan bekas bensin yang disiramkan ke mobil oleh pelaku. Juga ditemukan kertas dan korek api yang dipakai untuk membakar.
"Semua barang bukti sudah diamankan. Termasuk tas milik terduga pelaku," kata Sumardji.
Dalam tas itu, selain identitas pelaku, juga ditemukan boneka seperti jenglot dan sebuah bambu berukuran kecil. Seperti jimat.
Saat ditanya polisi, pelaku mengaku membeli boneka itu di Brebes. Sementara bambu sengaja dibawa, siapa tahu ada yang mau membeli barang yang diyakininya keramat tersebut.
"Pengakuannya demikian. Tapi sulit dipastikan lantaran dia ngelantur kalau diajak bicara," lanjut Sumardji.
Cara tahu lokasi rumah Via Vallen
Selama tujuh hari di Sidoarjo, akhirnya Pije mendapatkan alamat Via Vallen salah satunya dari tukang ojek di Sidoarjo.

"Dia bisa tahu rumah Via Vallen bertanya ke warga. Kemudian dia sempat pada waktu itu minta diantarkan tukang ojek ke tempatnya Via Vallen," ujar Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra.
Tersangka tiba di rumah Via pada Senin (29/6/2020).
Ketika Pije berusaha menemui Via di rumahnya, ia sempat ditemui seseorang.
• Ungkapan Menyayat Hati Aleesya Putri Engku Emran Beri Janji Manis, Akui Rindu Laudya Cynthia Bella
Namun, Pije mendapat sambutan kurang baik dari seseorang yang ditemuinya itu.
Merasa sakit hati, tersangka kemudian kembali mendatangi rumah Via pada Selasa (30/6/2020) dini hari dan secara spontani membakar mobil Alphard milik Via yang terparkir di samping rumah.
"Jadi sebelumnya memang tidak pernah tahu rumah Via Vallen. Jadi baru kemarin itu ke rumah Via Vallen dan langsung membakar mobil Via Vallen," ujar dia.
Ambuka mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah tersangka mengenal dan akrab dengan warga sekitar.
(tribunjakarta/kompas/surya)