Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, 2 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Masa Transisi  

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, penutupan dilakukan lantaran dua perusahaan itu melanggar protokol kesehatan

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Andri Yansyah mantan Kadishub DKI Jakarta telah dilantik menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Selasa, (25/9/2018). 

Laporan Wartawan tribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) DKI Jakarta menutup sementara dua perkantoran selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, penutupan dilakukan lantaran dua perusahaan itu melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kami lakukan sidak di 1.259 perkantoran dan hasilnya ada dua yang ditutup,” ucapnya, Kamis (2/7/2020).

Selain menutup sementara dua perkantoran, Andri menyebut, pihaknya juga memberi peringatan kepada 452 perkantoran atau perusahaan lainnya.

“Yang diberi peringatan pertama ada 351 dan peringatan kedua ada 101,”  ujarnya saat dikonfirmasi.

Peringatan diberikan lantaran ratusan perkantoran atau perusahaan itu belum menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara menyeluruh.

“Misalnya tempat cuci tangan dan thermo gun ada, tapi enggak diingatkan karyawannya untuk dipakai,” kata anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.

“Kalau enggak ada wastafel, hand sanitizer, enggak jaga jarak, dan enggak pakai masker itu baru fatal. Itu bisa langsung tutup sementara,” tambahnya menjelaskan.

Meski ada perusahaan yang belum menjalankan protokol kesehatan secara menyeluruh, Andri memastikan bahwa mayoritas perusahaan di Jakarta telah menjalankan aturan dengan baik.

“Dari 1.259 yang kami sidak yang ditutup dua, berarti tingkat kepatuhannya bagus,” tuturnya.

PSBB masa transisi sendiri telah diperpanjang oleh Gubenur DKI Jakarta Anies selama 14 hari ke depan. 

Di masa perpanjangan ini, Andri menyebut, pihaknya bakal terus secara runtin melakukan sidak ke perusahaan/perkantoran yang ada di ibu kota.

Bila ditemukan ada pelanggaran, ia menegaskan, pihaknya bakal memberikan tindakan tegas sesuai ketentuan yang ada.

“Kami kerahkan 2.000 petugas gabungan, di mana 10 dari Disnakertransgi. Yang diawasi itu masalah pembatasan karyawan, masalah sif kerja, dan lainnya,” ucapnya.  

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved