Breaking News:

Pasar Bambu Kuning Ditutup Sementara

Pasar Bambu Kuning Ditutup 3 Hari, Pengelola Semprot Disinfektan dan Fogging DBD

Penutupan Pasar Bambu Kuning, Sunter Agung, Jakarta Utara, dimanfaatkan pengelola pasar untuk mengantisipasi penyebaran corona serta DBD.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suasana Pasar Bambu Kuning yang berada di RW 07 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang ditutup sementara, Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Penutupan Pasar Bambu Kuning, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dimanfaatkan pengelola pasar untuk mengantisipasi penyebaran corona serta demam berdarah dengue (DBD).

Selama tiga hari terhitung mulai Senin (6/7/2020) kemarin hingga Rabu (8/7/2020) besok, pengelola akan melakukan penyemprotan disinfektan serta fogging nyamuk DBD.

Pengelola Pasar Bambu Kuning, Purwanto mengatakan, penyemprotan disinfektan akan dilakukan rutin selama tiga hari penutupan.

Suasana Pasar Bambu Kuning yang berada di RW 07 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang ditutup sementara, Selasa (7/7/2020).
Suasana Pasar Bambu Kuning yang berada di RW 07 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang ditutup sementara, Selasa (7/7/2020). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

"Setiap hari penyemprotan disinfektan dilakukan olem tim karang taruna dan pengurus RT-RW," kata Purwanto saat ditemui di lokasi, Selasa (7/7/2020).

Seluruh area pasar akan disemprot disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

Dengan kondisi pasar yang ditutup sementara, diharapkan penyemprotan disinfektan dapat berjalan efektif.

Selain disinfektan, pada Rabu besok juga akan diadakan fogging DBD di pasar tersebut.

Purwanto menilai, pada saat ini antisipasi sejatinya juga harus dilakukan terhadap penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Maka itu, fogging dianggapnya penting dilakukan seiring pembersihan gorong-gorong di sekitar pasar mengantisipasi tempat berkembangbiaknya nyamuk tersebut.

"Karena kan DBD muncul lagi, diharapkan dengan itu aktivitas saluran air bersih dan fogging juga sudah bisa mengantisipasi," ucap dia.

Adapun penutupan Pasar Bambu Kuning dilakukan seiring ditemukannya dua orang pedagang di pasar tersebut yang positif terjangkit Covid-19.

Hasil tersebut keluar setelah pada pekan lalu diadakan rapid serta swab test massal terhadap pedagang pasar.

Pasar ini akan mulai beroperasi kembali pada Kamis (9/7/2020) dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Dua Pedagang Positif

Pasar Bambu Kuning yang berada di RW 07 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditutup sementara.

Penutupan ini menyusul adanya dua pedagang pasar tersebut yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Pengelola Pasar Bambu Kuning, Purwanto mengatakan, hasil positif itu keluar setelah pada pekan lalu sebanyak 169 pedagang di pasar itu menjalani rapid test serta swab test massal.

"Minggu kemarin keluar update terbaru, ada dua yang positif. Nah berkaitan dengan itu maka kita lakukan penutupan," kata Purwanto saat ditemui di lokasi, Selasa (7/7/2020).

Penutupan Pasar Bambu Kuning berjalan selama tiga hari, mulai Senin (6/7/2020) kemarin hingga Rabu (8/7/2020) besok.

Pasar akan dibuka kembali pada hari Kamis (9/7/2020) dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Selama penutupan ini, pengelola pasar dibantu pengurus RT, RW, dan petugas PPSU setempat akan melakukan penyemprotan disinfektan sekaligus bersih-bersih area pasar.

"Kita lakukan bersihkan gorong-gorong bekerja sama dengan PPSU Kelurahan Sunter Agung. Setiap hari juga dilakukan penyemprota disinfektan oleh tim karang taruna," tandas Purwanto.

Kebakaran di Tebet Hanguskan 40 Bangunan, 200 Warga Terdampak

Jemput Bola Saat Pandemi Covid-19, Imigrasi Jakarta Barat Giatkan Eazy Passport

Pantauan TribunJakarta.com, suasana di Pasar Bambu Kuning pada siang ini terpantau sepi.

Kios-kios pedagang di pasar tersebut juga tampak sudah ditutup. Tak terlihat aktivitas jual-beli di pasar itu, hanya ada pembersihan area pasar yang dilakukan oleh petugas PPSU dan pengurus RT-RW setempat.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved