Idul Adha 2020

Aqiqah dan Kurban, Mana yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan Buya Yahya

Mana yang harus didahulukan, Aqiqah atau Kurban? Berikut penjelasan dari Buya Yahya.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tangkapan Layar YouTube/Al-Bahjah TV
Buya Yahya 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebentar lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha.

Hari Raya Idul Adha ini ditandai dengan adanya penyembelihan hewan kurban bagi mereka yang mampu. 

Namun muncul pertanyaan terkait pelaksaan kurban bagi mereka yang belum sempat melakukan aqiqah.

Bolehkah orang yang belum melaksanakan aqiqah kemudian berkurban?

Berkaitan dengan hal itu, Buya Yahya mengatakan, selama ini terdapat kekeliriuan pemahaman pada sebagian masyarakat.

Sejumlah masyarakat menganggap, bahwa aqiqah dinilai sebagai hal yang wajib.

Untuk itu, Buya Yahya menegaskan tentang hukum aqiqah dan kurban.

Simak Tata Cara Salat Idul Adha, Lengkap dengan Niat Mandi Sunnah Sebelum Hari Raya

"Aqiqah itu sunah, dan kurban juga sunah," kata Buya Yahya dikutip TribunJakarta dari YouTube Al Bahjah Tv (11/7/2020).

Buya Yahya menjelaskan, bahwa aqiqah itu disunahkan bagi orang tua yang memiliki anak.

"Sunahnya aqiqah itu adalah milik orangtua anak tersebut. Sang anak tidak disunahkan untuk melakukan aqiqah bagi dirinya," terang Buya.

"Aqiqah adalah sunah," tegasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Freepik)

Dijelaskan Buya Yahya, hukum aqiqah orangtua terhadap anaknya tidak berlangsung seumur hidup.

Keutamaan aqiqah hanya ketika sang anak belum mencapai usia akil baligh.

Apabila sang anak sudah menginjak akil baligh, maka keharusan aqiqah itu telah luntur.

"Bahkan sebagian ulama, mahzab Imam Abu Hanifah mengatakan aqiqah itu mubah, bukan sebagai sunah. Hanya seperti sedekah biasa," ujar Buya Yahya.

Jelang Hari Raya Idul Adha, Berikut Panduan Lengkap Aman Berkurban di Era New Normal

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved