Pengendara Motor Halangi Ambulans
Update Pemotor Adang Ambulans: Pikiran Kalut Hingga Sopir Bantah Telah Berdamai
SN membantah klaim polisi. Ia mengaku tak pernah menyatakan apa pun secara tertulis pernyataan damai dengan HG seperti diklaim Wadi.
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Wahyu Aji
Kelanjutan kasus tersebut tergantung pihak yang dirugikan, dalam hal ini salah satu keluarga pasien berinisial NP serta pengawal ambulans berinisial L.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani menyatakan, jika ingin kasus ini diselidiki, maka NP dan L harus membuat laporan resmi ke kepolisian.
"Untuk sampai saat ini kita masih belum bisa proses sampai ke tahap penyidikan. Pertama karena belum ada laporan resmi," jelas Wadi kepada wartawan pada Senin (13/7/2020) siang.
"Hingga saat ini belum ada hitam di atas putih mau seperti apa," imbuhnya.
Wadi menjamin bahwa pihaknya bakal melanjutkan perkara ini apabila menerima laporan resmi dari NP dan L.
"Ya bisa. To be continued. Kami akan klarifikasi lagi NP dan L mau seperti apa," kata dia.
Kepada Kompas.com, pengendara motor HG mengaku bahwa keributan berbuntut panjang karena ia diancam oleh beberapa pengawal ambulans setelah sempat cekcok akibat senggolan di jalan raya. Dengan pihak ambulans, urusan HG disebut sudah beres.
4. Pikiran sedang kalut
Wadi berujar, HG mengakui pikirannya sedang kalut ketika peristiwa itu terjadi, hingga out of control.
“Menurut pengakuannya kan memang sedang kalut pikirannya sedang marah emosi. Kalau sedang emosi kan ya apa pun kadang-kadang out of control,” ujar Wadi di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Senin (11/7/2020).
Wadi juga mengatakan, HG mengatakan dirinya tak berniat mengentikan mobil ambulans tersebut.
“Ini kan berawal kejadian ini, yang bersangkutan HG ini bukan sengaja ingin memberhentikan ambulans dalam rangka mencegah atau menghambat lajunya ambulans tetapi karena maksud yang bersangkutan karena ingin menyelesaikan serempetan tadi,” katanya.
Terakhir, Wadi berujar perselisihan antara HG dan sopir ambulans ini telah selesai secara kekeluargaan.
“Untuk sejauh ini yang sudah clear secara hitam diatas putih menyelesaikan secara kekeluargaan yaitu antara HG dan sopir ambulans,” pungkasnya.
5. Tidak terima senggolan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/beredar-video-rekaman-mobil-ambulans-diadang-pengendara-motor.jpg)