TribunJakarta Wiki
Museum Taman Prasasti
Kamu bisa datang ke Museum Taman Prasasti yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Seperti apa keunikan Museum Taman Prasasti.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Pada awalnya, makam dibangun dengan luas 5,5 hektare. Dimana, makam tersebut merupakan makam pindahan dari yang sebelumnya sudah ada.
Tepatnya di dekat Gereja Portugis yang ada di lokasi yang kini dikenal sebagai Museum Wayang, Jakarta Kota.
Karena makam tersebut dinilai tak mampu lagi menampung banyaknya jenazah yang terkubur, maka makam yang sebelumnya berada di tengah kota, dipindahkan ke pinggiran Batavia, tepatnya di wilayah Tanah Abang.
Alasannya, karena saat itu bagi VOC pemakaman menjadi salah satu penyebab udara di Batavia tidak sehat dan menimbulkan penyakit.
Selain itu lokasi ini juga dinilai strategis karena berdekatan dengan aliran sungai Krukut yang saat itu dijadikan sebagai sarana transportasi.
Namun, pemakaman ini hanya bertahan sampai tahun 1974 saja.
Satu tahun setelahnya, atau tepatnya di tahun 1975 seluruh jenazah dipindahkan.
Sebagian ada yang dibawa keluarga, sebagian lagi dimakamkan secara massal di beberapa TPU.
Semenjak jenazah dipindahkan, beberapa batu nisan pun ditata ulang kembali di lahan tersebut dan dijadikan sebagai koleksi Museum Taman Prasasti.
Pada 9 Juli 1977, museum ini diresmikan oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin.
Koleksi
Museum ini memiliki banyak sekali koleksi prasasti nisan kuno dari masa lampau.
Diantaranya, adalah prasasti nisan yang dibuat dari material batu andesit pada tahun 1600an, hingga tahun 1800an.
Adapula prasasti nisan dari batu marmer yang dibuat tahun 1800-an hingga 1900-an.
Namun selain itu, ada beberapa koleksi unggulan dari museum ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/koleksi-prasasti-nisan-milik-museum-taman-prasasti-yang-ada-di-jakarta-pusat-5.jpg)