TribunJakarta Wiki

Museum Taman Prasasti

Kamu bisa datang ke Museum Taman Prasasti yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Seperti apa keunikan Museum Taman Prasasti.

TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Koleksi prasasti nisan milik Museum Taman Prasasti yang ada di Jakarta Pusat. 

Saat ini, prasasti nisal Lady Raffles diberi pagar setinggi pinggul orang dewasa.

Nisannya, juga berwarna putih dan berukuran besar.

Letaknya, tepat bersebrangan dengan lokasi Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

3. Peti Jenazah Presiden dan Wakil Presiden Pertama

Selain terdapat nisan kuno dengan berbagai bahasa asing, Museum Taman Prasasti juga memiliki koleksi peti jenazah.

Ada 2 peti jenazah yang dipamerkan, yang mana peti ini merupakan peti yang dahulu digunakan untuk mengantarkan jenazah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia Bung Karno dan Bung Hatta.

Kedua peti tersebut berada tak jauh dari area pintu masuk museum.

Saat memasuki Museum Taman Prasasti, kamu akan menemukan sebuah kanopi besi dengan dua buah peti jenazah di bawahnya.

Peti jenazah tersebut, dilindungi oleh sebuah kotak kaca.

Dahulu, peti milik Bung Karno ini telah mengantarkan jenazah Presiden pertama RI itu dari RSPAD Gatot Subroto menuju ke Wisma Yaso.

Sementara peti milik Bung Hatta, dahulu digunakan untuk mengantarkan jenazah Bung Hatta ke TPU Tanah Kusir.

4. Marius Hulswit

Hulswit adalah orang dibalik perancangan Gereja Katedral, gereja termegah di Jakarta serta bangunan kuno di Batavia dan Surabaya.

Hal ini dibuktikan oleh adanya prasasti batu pualam putih di dinding pintu utama Katedral yang bertuliskan kalimat dalam bahasa latin.

"Marius Hulswit architectus erexit me 1899-1901" yang artinya Aku didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901.

5. Monumen JJ. Perie

Mayor Jenderal Johan Jacob, Perrie, Komandan I Groote Militaire Afdeeling (Devisi Militer Besar) di Jawa.

Selama karirnya dengan militer, dia mendapatkan gelar bangsawan dan berunding dengan orde 4 dari militaire willems-orde (Military order of William), kehormatan tertua dan tertinggi dari kerajaan Belanda.

Penerima beberapa penghargaan semasa hidupnya Mayor Jenderal Perie juga dianugerahi Order of the Lion Belanda.

Taman Mini Indonesia Indah

6. Patung Crying Lady

Patung ini konon dibuat untuk merefleksikan penderitaan seorang pengantin baru yang ditinggal pergi suaminya karena meninggal akibat wabah malaria di Batavia.

Karena merasa sangat kehilangan, akhirnya sang istri mengakhiri hidupnya. Keluarga memesan patung tersebut dari pemahat terkenal bernama Antonio Carminati dari Kota Milan, Italia agar siapapun yang berkunjung ke makam ini bisa merasakan kesedihannya.

Waktu Operasional

Museum ini dibuka setiap hari Selasa-Minggu dengan HTM Rp 5000 untuk dewasa, Rp 3000 untuk Mahasiswa Rp 2000 untuk anak-anak.

Rute

Museum ini terletak di dekat Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Untuk menuju kesini, lokasinya tidak jauh dari Monas.

Rute yang paling mudah dilalui ialah lewat Museum Nasional. Tak jauh dari situ ada sebuah jalan menuju Jalan Abdul Muis.

Berjalan kaki sekitar 10 menit kamu sudah bisa sampai di lokasi tujuan.

Kamu bisa menggunakan bus Transjakarta sebagai salah satu pilihan transportasi ketika ingin menuju ke sana.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved